Vera datang dengan wajah yang begitu menyeramkan, ia menatap Anya seolah-olah ingin menghajar wajah polos itu. Namun, Vera mulai tersenyum manis saat pandangannya menatap prianya.Leon Dirgantara.Pria yang dijodohkan dengannya, dan Vera selalu berharap pernikahan itu segera terlaksana.'Sepertinya itu gadis yang dijodohkan dengan Tuan Leon,' batin Anya.Vera melangkah lebar menuju ranjang, ia juga membawa buket buah.Luki mengernyit, ia tidak mengerti kenapa Vera datang, karena dia sama sekali tidak menghubungi Vera.Luki hanya menghubungi Leon saja, tapi kenapa Vera datang? Hm, mungkin orang tuanya yang memberitahu, itulah pikiran Luki saat ini.'Aku lupa nggak bawa buah untuk Tasya,' batin Anya. 'Lagi pula, tadi Leon bilang mau jenguk cinta pertamanya, tapi ternyata keponakannya,' batinnya lagi yang begitu menggerutu.Anya menjauh dari ranjang, tapi tangan besar Leon segera merangkul pinggang Anya seolah-olah Leon tidak izinkan Anya berjauhan darinya.Sorot tajam Vera begitu menaku
Read more