Reina mengepalkan kedua tangannya dengan erat, lalu perlahan melangkah menuju pria itu. Namun, kakinya terasa berat seakan ada belenggu besi yang menahannya.Tatapan Hugo yang sedingin es menyapu setiap inci tubuhnya, menelusuri penampilannya dari ujung rambut hingga kaki.Gaun tipis yang Reina kenakan seakan tidak mampu menghalangi pandangan pria itu, membuatnya seakan ditelanjangi oleh tatapannya.Wajah Reina terasa memanas. Jarak mereka perlahan-lahan terkikis, lalu secara tak terduga Hugo menyambar pinggangnya."Hugo Veldric, kau—!"Suara Reina mendadak tercekat di tenggorokan. Ia telah didudukkan secara paksa di atas meja marmer yang dingin oleh pria itu.Gadis itu terkesiap. Napasnya tertahan saat punggungnya menabrak tumpukan berkas di atas meja tersebut.‘Di-dia mau melakukannya di sini?’ batin Reina, panik.Kini, Hugo telah mengunci pergerakannya. Kedua lengan kekar pria itu bertumpu di sisi tubuh Reina, mengurungnya dalam aroma maskulin yang bercampur sisa cerutu mahal, menc
آخر تحديث : 2026-02-27 اقرأ المزيد