Kedua alis Agatha bertaut “Kamu bilang namamu siapa?”“Reina, Nek,” sahut Reina dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya.Agatha terdiam. Manik matanya yang mulai mengeruh menatap tajam, seolah sedang menelusuri setiap inci wajah Reina untuk mencari potongan ingatan yang sudah terkubur lama di dalam ingatannya.Bukan hanya Agatha yang tertegun. Sebastian Howard dan istrinya juga ikut membeku di tempat. Keduanya saling melirik dengan wajah pucat, Manik matanya yang mulai mengeruh menatap tajam, seakan sedang mengonfirmasi sebuah ketakutan yang sama.Namun, gelengan halus dari putri mereka—Cecilia—membuat pasangan itu diam-diam menarik napas lega.Reina menangkap kejanggalan dari respon mereka. Keningnya sedikit berkerut, tetapi sebelum ia sempat memikirkannya lebih jauh, Agatha berdeham keras, menyingkirkan kekalutan yang sempat terlintas di wajah tuanya.“Beraninya kamu mengaku-ngaku menjadi istri sah cucuku, Nona,” desis Agatha dengan nada yang tidak bersahabat. Tatapannya menusuk
Read more