Mahira mengernyitkan dahinya, sedikit pergerakan membuatnya merasakan sakit ngilu di area sensitifnya itu. Bahkan untuk bangkit dari tempat tidur ia begitu kesulitan, tapi ia paksakan karena ingin membersihkan diri yang sudah kotor itu.“Mau kemana?” cetus Ken dengan suara paraunya.“A–aku mau ke kamar mandi,” jawab Mahira tersendat.Ken tidak bicara lagi dan Mahira melanjutkan langkahnya yang sempat tersendat itu. Masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower-nya, berdiri di bawahnya dan sekarang tubuh itu telah basah. Air mata telah bercampur membasahi tubuh mungil itu, menyesal tidak ada artinya lagi.“Bu, ini semua demi ibu. A–aku rela melakukan apapun agar ibu tetap hidup dan tunggu aku, aku akan segera membawamu pergi dari pria jahat itu!” lirihnya.Merasa sudah mendapatkan kekuatan lagi, Mahira menyelesaikan mandinya dengan cepat. Ia tidak ingin membuat Ken marah.Sementara Ken masih berbaring di tempat tidur, kemudian ponselnya berdering dan ia ban
Terakhir Diperbarui : 2026-02-26 Baca selengkapnya