Menyerahkan Diri Menjadi Kesayangan Tuan Mafia

Menyerahkan Diri Menjadi Kesayangan Tuan Mafia

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-26
โดย:  IntanFaอัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
6บท
7views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

"Dimana ibuku? cepat katakan!" Mahira Kamala harus pasrah dijual ayah kandungnya sendiri demi keselamat sang ibu kepada mafia berdarah dingin Kenrick Alonzo. Hidup mewah dan diratukan hanyalah iming-iming ayah dan ibu tirinya kenyataannya disana seperti penjara emas. Bagaimana kehidupan Mahira setelah dalam genggaman Tuan mafia?

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Pasrah demi sang ibu

Dengan nafas terengah-engah, Mahira akhirnya sampai di kediaman Khairi–sang ayah. Menatap bangunan megah tiga lantai di hadapannya, rumah yang menjadi saksi tumbuh kembangnya selama lima belas tahun terakhir.

Tidak terasa sudah delapan tahun Mahira dan Paramita–ibunya–meninggalkan rumah ini. Ia mengusap air matanya yang membasahi pipi kemudian melangkahkan kakinya memasuki rumah itu.

“Aku kembali kemari untuk mencari ibu. Entah apa mau ayah membawa ibu pergi diam-diam saat aku sedang tidak di rumah?” gumamnya.

Pelayan membukakan pintu rumah dan mempersilakan Mahira masuk. Ternyata semua orang sudah menunggu kedatangan Mahira. Khairi, Cecilia–ibu tirinya dan kedua adik kandungnya Ruby dan Rebecca.

Akan tetapi, di sana tidak terlihat keberadaan Paramita sehingga membuat Mahira meradang.

“Di mana ibuku? Cepat katakan!”

Ruby dan Rebecca mendekat pada Mahira dan memeluknya. Di antara mereka tidak ada yang berani bicara karena mereka masih bergantung pada Khairi.

"Apa kalian tahu dimana ibu?"

Ruby dan Rebecca kompak menggelengkan kepalanya.

“Duduklah dulu, kau pasti lelah,” titah Khairi.

“Ibumu baik-baik saja. Ayo duduk, ada hal yang akan di bicarakan. Sangat penting!” timpal Cecilia.

Hanya Mahira yang tidak setuju dengan pernikahan kedua ayahnya itu. Ia muak setiap kali melihat Cecilia. Perempuan muda yang usianya hanya berbeda lima tahun dengan dirinya.

“Aku kemari hanya ingin membawa ibuku kembali. Katakan dimana ibuku? Ibu tidak boleh stres,” cetus Mahira.

“Iya sebentar lagi ayah akan membawamu pada ibumu. Ibumu baik-baik saja!” ujar Khairi.

Rasa percaya pada ayahnya itu sudah luntur. Ia tidak percaya dengan apa yang di katakannya.

“Katakan sekarang juga, apa yang kalian inginkan? Tolong kembalikan ibu, kami tidak punya apa-apa lagi!”

“Baiklah baik. Ayah akan membawamu pada ibumu, tapi ada syaratnya,” ujar Khairi.

“Apa lagi yang ayah inginkan dariku dan ibu? Semuanya sudah ayah kuasai, mau apa lagi? Tolong kembalikan ibu!” rintih Mahira. Ia tidak bisa menahan lagi emosinya itu.

“Begini, ayah punya sedikit hutang pada tuan Kenrick dan ayah tidak mampu membayarnya. Nah, Tuan Ken akan melunaskan semua hutang itu dengan syarat ingin menikahi putri ayah. Becca masih sekolah, tidak mungkin dia. Jadi pilihan terakhirnya adalah kamu,” tutur Khairi santai tanpa beban.

Mahira tersenyum getir merasa tidak percaya. Ayahnya sendiri tega menjual putrinya sendiri dengan ibunya sebagai ancaman. Hatinya seketika hancur, berharap ayahnya bisa berubah lebih baik, tapi malah sebaliknya.

“Mahira, kalau kamu menikah dengan Tuan Ken, hidupmu akan terjamin. Dia orang yang sangat kaya raya, pasti kamu akan bahagia, akan di ratukan!” timpal Cecilia.

Mahira meremat wajahnya kasar, entah bagaimana lagi menghadapi dua orang yang mungkin tidak pantas di sebut manusia.

“Kenapa bukan kamu saja yang ayah jual, kenapa harus aku?” teriak Mahira.

“Ruby, Becca, kalian pergilah ke kamar kalian!” titah Khairi. Mereka hanya bisa menurut dan tidak bisa membantu Mahira.

“perempuan ini, masih muda. Kenapa kau tidak jual dia saja?” teriak Mahira seraya menunjuk Cecilia.

“Sayang ... Tega sekali Mahira berkata seperti itu. Aku ini, kan, istrimu!” rengek Cecilia merajuk manja pada Khairi.

“Ciiih ...” Mahira muak melihat tingkah ibu tirinya itu.

“Pengawal, bawa Mahira ke kamarnya. Sebentar lagi akan ada orang yang akan meriasnya, jaga dia jangan sampai kabur!” titah Khairi.

“Hehh ... Apa-apaan ini? Lepaskan tanganku!” Mahira berontak. Akan tetapi, tenaga dua pengawal itu lebih kuat sehingga Mahira tidak bisa melepaskan diri.

“Kau ayah yang jahat. Kalian jahat ... Lepaskan aku! Lepaskan ...” Mahira histeris.

Tubuhnya di lemparkan pada tempat tidur lalu dengan cepat pintu kamar tertutup rapat dan terkunci dari luar.

“Buka ... Buka pintunya. Aku mau bertemu dengan ibu. Buka ...” teriak Mahira histeris sembari menggedor-gedor pintu.

“Bukaaaaa ... Aku tidak mau menikah, aku mau bertemu ibu. Bukaaaaaa pintunya! Bukaaaaa ...” Mahira semakin histeris.

“Mahira ... Ibumu akan baik-baik saja kalau kamu mau menikah dengan Tuan Ken!” ujar Khairi dari balik pintu.

“Kau jahat! Menjualku dan menjadikan ibu sebagai amcaman!”

“Apa kau mau ibumu tidak selamat?” ucap Khairi.

“Jangan apa-apakan ibuku. Awas saja kalau kau berani!” teriak Mahira dengan nafas terengah-engah.

“Keputusan ada di tanganmu. Kau menurut menikah dengan Tuan Ken, maka ibumu akan baik-baik saja!” jelas Khairi.

Mahira menangis tersedu-sedu. Ia terkulai lemas bersandar pada pintu, tenaganya seakan sudah habis.

“Bu, maafkan aku. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik! Jangan khawatir, ibu akan baik-baik saja. Tolong tunggulah sebentar lagi, aku akan menyelamatkanmu!” isak Mahira.

Satu jam kemudian, pintu kamar terbuka. Mahira mendongak menatap kedatangan tiga orang asing.

“Mari saya rias dulu, nona ...” ujarnya.

Dengan tenaga yang tersisa, Mahira bangkit duduk di kursi rias menatap wajahnya yang sendu dan berantakan.

“Aku melakukan ini demi ibu! Aku terpaksa untuk menikah dengan Tuan Ken itu,” batin Mahira.

Ia terdiam, tidak banyak protes, tapi tergambar jelas amarah dan emosinya itu dari sorot mata bulatnya.

Cecilia datang menghampiri Mahira. Menatapnya lalu tersenyum tipis. “Jangan lupa tersenyum, ya. Tuan Ken tidak suka melihat wanitanya cemberut!” ujarnya seraya mengusap lembut pipi Mahira.

Mahira dengan cepat mengibaskan tangan Cecilia.

“Jangan galak-galak!” cetus Cecilia.

“Maaf, nyonya. Tuan Ken sudah tiba dan pernikahan harus segera di laksanakan.” Pelayan memberi informasi.

“Kami segera turun,” ujar Cecilia.

Mahira memutar otak berpikir bagaimana caranya agar bisa kabur. Sebelum pernikahan terjadi, ia harus tahu bagaimana kondisi sang ibu.

“Aku tidak mau menikah dengannya sebelum tahu bagaimana kondisi ibuku!” cetus Mahira. Menolak uluran tangan Cecilia.

“Kau jangan mengada-ada, Tuan Ken bisa membunuh ayahmu kalau kau tidak menerima pernikahan ini dan yang pasti ibumu tidak akan selamat!” ujar Cecilia.

“Aku hanya ingin tahu kondisi ibuku!” sentak Mahira.

Dengan terpaksa, Cecilia mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video dengan pengawal yang menjaga ibu Mahira. Terlihat Ibu Mahira terbaring di ranjang mirip ranjang rumah sakit dan terlihat sedang terlelap tidur.

Seketika air mata Mahira menetes melihat keadaan ibunya itu.

“Apa kau menjaganya dengan baik?” tanya Cecilia pada pengawal di balik telepon.

“Sesuai perintah nyonya,” jawabnya dari balik telepon.

“Apa racun yang aku minta sudah kau siapkan?” tanya Cecilia lagi.

Deggg

“Sesuai instruksi nyonya,” jawabnya. Tentu itu membuat Mahira terkejut, mendengar apa yang di katakan Cecilia dan jawaban dari pengawal itu karena panggilan dengan pengeras suara aktif.

“Jangan kau macam-macam!” sentak Mahira.

“Semuanya tergantung padamu,” sahut Cecilia dengan senyuman liciknya.

Mahira tidak bisa berbuat apapun saat ini selain menurutinya.

Cecilia menggandeng Mahira keluar dari kamar dan membawanya ke ruang tamu. Ruangan itu telah berubah, dengan sedikit dekorasi bunga-bunga indah dan meja panjang untuk akad juga telah di hiasi bunga.

Menuruni anak tangga dengan rasa gelisah dan was-was. Seorang pria gagah tengah duduk di meja akad. Mahira hanya bisa melihat punggungnya yang tergambar begitu kekar.

“Aghh aku tidak pernah tahu bagaimana rupa Tuan Ken itu. Hanya tahu sekilas kalau dia adalah orang yang kejam!” batin Mahira.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status