Desahan demi desahan lolos dari bibir Sagara, tak kusangka mendengar suara desahannya saja membuatku semakin bersemangat. "Nad, kamu emang... ah," Sagara tak melanjutkan pembicaraannya, ia hanya menikmati permainan yang sedang aku jalani. Aku kembali menciumi leher Sagara, seakan menikmati sebuah makanan yang sangat lezat! "Aku apa?" tanyaku di sela ciumanku di leher Sagara. Aku mengecup bibir Sagara untuk mengalirkan rasa membuncah di dalam dadaku. Sagara tak melepaskan bibirku begitu saja, ia lalu melahap bibirku dengan sedikit tergesa. Aku hanya membalas ciuman yang Sagara berikan padaku. "Nadia," ucap Sagara, lalu membalikkan posisi kami. Aku berada di bawah kungkungan badan Sagara, tanpa melepaskan miliknya, Sagara menggempurku dengan sedikit tergesa-gesa. Aku merasakan milik Sagara membesar di dalam milikku, sepertinya aku pun akan melakukan pelepasan pertamaku. "Saga, cepat biar kita sama-sama keluarnya," ucapku, sudah tak malu lagi. Sagara tampak lebih bersemangat, i
Read more