"Mas, jangan kasar-kasar," ucap Viona, tapi tak aku hiraukan. Aku melepaskan baju Viona, menatap gunung kembarnya. Tanganku meremas kedua gunung kembar Viona. "Aah," Viona mendesah. Membuat hasratku semakin membara. "Vi, tubuh kamu memang candu," ucapku sambil memasukan milikku. Viona tampak sedang kesakitan, mungkin karena aku tak memberikannya foreplay terlebih dahulu, terserah saja aku hanya ingin menuntaskan hasratku saat ini. Plak, plak, plak. Aku memaju-mundurkan pinggulku. Membuat Viona semakin melayang dengan kemampuanku. "Ahh," Viona kembali mendesah. Hingga aku tak sadar aku melakukan pelepasan pertamaku. Viona langsung terdiam ketika aku melepaskan pelepasanku, Viona menatapku dengan tatapan kecewa. "Kamu sudah, Mas?" tanya Viona padaku, aku mengecup pipinya lalu merebahkan tubuhku di atas tubuhnya. "Ck, kenapa setiap kamu bermain bersamaku gak lebih dari lima menit! Kapan kamu mau muasih aku, Mas?" ucap Viona. Aku tak mendengarkan penuturannya. Yang p
Read more