Akhirnya ibu mertuaku mengalah, tak melanjutkan perdebatan kecil kami. "Kamu sekarang konsultasi lagi, tanpa suamimu juga nggak apa-apa," kata ibu mertuaku mengakhiri perdebatan kami. "Tapi, Bu—" ucapku. Belum sempat aku melanjutkan pembicaraanku, ibu mertuaku langsung memotongnya. "Gak ada tapi-tapian, sekarang juga pergi konsultasi atau Ibu gak akan pulang," ucap ibu mertuaku final. Karena terus didesak mertuaku yang bersikeras tidak akan pulang sebelum aku berangkat, akhirnya akupun menyerah. Tidak ada tenaga yang tersisa untuk membantah mertuaku. Kepalaku masih berdenyut, dadaku masih sesak, dan mataku perih karena dari tadi terus menangis. Dengan langkah berat, aku mengambil tasku dan meninggalkan rumah. Meninggalkan ibu mertuaku yang sedang tersenyum puas seakan memenangkan pertarungan kecil. Perjalanan menuju klinik terasa lebih panjang daripada tadi pagi. Sore ini jalanan agak macet, kesunyian yang terjadi di dalam mobil membuatku semakin gelisah. Pikiranku pen
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-05 Mehr lesen