“Maaf jika saya lancang, tapi Lady Marielle sangat tidak menginginkan Anda berada disini.” Diana berucap sambil mengangguk.Namun Aldric hanya melipat tangan di dada dengan senyum percaya dirinya. “Lihat saja, beberapa hari lagi aku pasti akan membuat Marielle mau bicara denganku lagi,” ucapnya dengan nada congkak.Keyakinan Aldric itu perlahan sirna, karena sudah hampir tujuh hari penuh, rumah kayu sederhana yang dulu tenang telah berubah menjadi arena pertempuran dingin yang menguras habis sisa-sisa kesabarannya.Berbagai macam cara sudah ia kerahkan untuk mendapatkan perhatian Marielle kembali, namun selama itu juga Marielle tetap menganggapnya tidak ada.Tiga hari lalu, Marielle bahkan diam-diam menyuruh Diana menyampaikan pesan mendesak pada Jackson, asisten pribadi sekaligus tangan kanan Aldric di kediaman Valtore. Marielle berpikir, kehadiran seorang asisten kepercayaan yang membawa kereta resmi dan barisan pengawal kastil akan sanggup menyeret sang Grand Duke pulang secara p
Read more