Ucapannya terdengar sangat wajar, seolah-olah sudah sepantasnya begitu.Kayden tidak tidur semalaman. Sebenarnya dalam beberapa waktu terakhir, tidurnya memang selalu tidak nyenyak.Sejak kembali bertemu dengan Lunara, begitu memejamkan mata, di dalam mimpinya selalu dipenuhi wajah Lunara. Tersenyum manis, wajah kesalnya, masa lalu, masa kini, semuanya ada, tanpa terkecuali.Di setiap mimpi itu, Lunara selalu menyuruhnya menjauh darinya. Lunara yang seperti itu tidak disukai Kayden.Dia tiba-tiba masuk ke Grup Narasoma dan masih ada begitu banyak urusan yang menunggunya di perusahaan. Tumpukan laporan menggunung. Setiap kali Kayden memejamkan mata, yang terbayang adalah pendapatan grup di salah satu kuartal serta rencana pemasaran dan promosi.Sejak detik pertama dia melihat Lunara, otaknya tidak pernah benar-benar berhenti.Sekarang, ketika Lunara duduk di dalam pangkuannya, barulah Kayden merasa hati yang selama ini bergejolak akhirnya mendapat sedikit ketenangan.Lunara menarik napa
Baca selengkapnya