Saat masuk kerja keesokan harinya, Lunara tak henti-hentinya menguap.Semalam setelah pulang, dia menggambar sampai larut malam, memastikan revisi dengan klien, bahkan sempat terjadi salah paham.Dia mengirim sketsa, lalu pihak sana langsung mengonfirmasi progres dan melunasi seluruh sisa pembayaran, mengira sketsa yang dikirim Moonbreeze sudah merupakan karya final, sampai berseru itu seperti mukjizat.Lunara hanya bisa tertawa geli. Untungnya, kejadian seperti ini bukan pertama kali. Setelah berkomunikasi dengan klien dan mengonfirmasi sketsa, tahap selanjutnya tinggal pewarnaan dan penyelesaian akhir.Awalnya memang mengantuk, tetapi setelah mematikan perangkat, dia justru tidak bisa tidur. Mulanya memikirkan siluet jas di sketsa yang terasa kurang bagus, lalu pikirannya mulai melantur ke mana-mana. Baru menjelang dini hari, rasa kantuk datang. Saat tiba di kantor, kepalanya terasa berat, jadi dia pergi ke ruang pantri untuk menyeduh kopi.Saat kopi selesai diekstrak, Lunara mendeng
Baca selengkapnya