Lunara tidak percaya. Kalau Kayden sampai tahu soal ramalan Silvar, berarti sang peramal pasti sekalian meramal dirinya juga. Namun, Kayden malah tidak mau membicarakan ramalan miliknya sendiri.Lunara menarik ujung lengan bajunya. "Peramal itu bilang apa tentang kamu?""Lupa.""Ciih. Daisy, ingatan papamu buruk, nanti kita belikan suplemen otak buat dia."Daisy mengangkat kepala dengan bingung. "Ingatan Papa bagus, kok. Waktu nonton kartun bareng aku kemarin, Papa masih ingat semuanya."Justru dia sendiri yang lupa.Lunara sengaja memanjangkan nada suaranya, "Ooh, berarti papamu sengaja ya."Sudut mata Kayden dipenuhi senyum saat dia melirik Lunara."Peramal itu bilang hidupku akan penuh jalan berliku dalam karier, masa muda penuh kesulitan, dan hubungan saudara kandung nggak harmonis karena saling curiga. Tapi orang tuaku saling mencintai dan kehidupan pernikahanku juga harmonis."Waktu itu, sang peramal juga mengatakan bahwa meski hidupnya penuh kesulitan, hal paling langka adalah b
Read more