Lunara tak kuasa menatap lebih lama. Kalau pria itu bukan Kayden, dia bahkan ingin memotretnya, bisa dipakai sebagai referensi sketsa untuk klien lain yang sedang memesan.Kayden benar-benar seperti model. Apa pun yang dipakai selalu terlihat indah dan menarik. Waktu sekolah, jarang sekali Lunara melihatnya mengenakan pakaian formal, jadi dia tidak pernah membahasnya. Dia paling suka melihat Kayden mengenakan pakaian formal.Tak disangka, waktu itu tak sempat melihat, kini ada kesempatan untuk menikmati pemandangan itu. Hanya saja, Lunara tidak berani menatap secara terang-terangan.Kayden menangkap pandangannya, menurunkan matanya, mengangkat alis, lalu bertanya, "Bahas apa?"Lunara kurang tidur. Dia sedikit emosional, ditambah Maeris terus menantang, membuat amarahnya memuncak. Namun, begitu bertemu Kayden, semua itu langsung hilang. Dia belum punya keberanian untuk menentang atasan langsungnya.Lagi pula, tadi itu semua hanya karena kesal sesaat, omong kosong semata. Kalau Kayden be
Baca selengkapnya