Di satu lantai hotel, ada puluhan kamar.Awalnya Lunara tidak terlalu memikirkannya. Mungkin saja Kayden juga kebetulan menginap di lantai ini. Dia menggesek kartu dan membuka pintu kamarnya sendiri.Saat hendak menutup pintu, telapak tangan pria itu menahan daun pintu, menyisakan celah kecil. Tangan dengan ruas jari tegas menekan pintu dengan tenaga yang tidak terlalu besar.Dari balik celah pintu, Kayden menunduk menatap Lunara. Sejak diblokir olehnya, lalu kebetulan bertemu saat perjalanan dinas, beberapa hari ini mereka tidak bertemu. Kayden sangat sibuk.Sesekali dari Ignas, dia mendapat beberapa kabar tentang aktivitas Lunara di perusahaan. Tak lebih dari rutinitas biasa. Kantin, ruang rapat, meja kerja.Lunara juga tidak pernah berniat menghubunginya. Tidak ada telepon, tidak ada pesan singkat, bahkan pesan internal perusahaan pun tidak ada.Seolah-olah selama Kayden tidak mencari, seumur hidupnya Lunara tak akan pernah berinisiatif menghubunginya.Namun, saat bertemu lagi, dia
Read more