Selain Gaia, memang tidak ada lagi orang yang bisa kepikiran dengan deskripsi seperti itu.Lunara meminum seteguk teh. Saat makan tadi, dia tidak sengaja menggigit biji lada. Sekarang mulutnya terasa kebas. Setelah minum air, rasanya jadi sedikit membaik."Gimana kalau Pak Kayden benar-benar sudah menikah?""Kayaknya nggak mungkin, deh. Nggak pernah dengar soalnya."Lunara menopang dagunya, lalu berkata dengan santai, "Gimana kalau dia menikah denganku?"Gaia dan Eirene langsung terdiam.Beberapa saat kemudian, Gaia melambaikan tangan, lalu meneguk minumannya."Nggak mungkin! Kita saja nggak pernah lihat kamu ada interaksi sama Pak Kayden. Setiap kali ketemu, kamu bahkan nggak mau natap dia. Bahkan Moana saja kelihatan lebih suka sama Pak Kayden!""Waktu di kantor dulu, kami pernah tanya pendapatmu tentang Pak Kayden. Kamu bilang apa, coba?"Lunara menambahkan, "Kapitalis jahat, si kikir zaman modern, tukang peras yang cuma tahu mengeksploitasi orang.""Iya iya, itu dia!"Eirene ikut m
Read More