Silvar mengangkat pandangan menatap Sutan. Mendengar ucapan Sutan, dia mengangkat sudut bibirnya lalu tersenyum tipis."Jadi di mata Pak Sutan, anak perempuan memang untuk dipukul dan dimarahi?""Tentu saja bukan. Tapi, anak dan wanita itu berbeda."Dalam hati Sutan, Elina sebenarnya cukup baik. Hanya saja, dia terlalu kaku dan lamban. Saat patuh, dia masih bisa dianggap lembut. Namun begitu tidak patuh, rasanya semua hal tentang dirinya kalah dibanding Yuna.Sekarang dia bahkan sedikit menyesal dulu tidak mengeluarkan uang yang sama untuk membesarkan Yuna. Dengan begitu, saat Keluarga Sankara berada dalam kesulitan seperti sekarang, setidaknya ada satu anak perempuan lagi yang bisa dimanfaatkan.Sayangnya, Yuna hanyalah anak angkat.Bukan darah dagingnya sendiri, jadi Sutan merasa sayang menghabiskan terlalu banyak uang untuknya.Silvar berkata santai, "Di keluarga kami nggak ada pendidikan memukul atau memarahi istri. Lagi pula Elina sangat baik."Ucapan Silvar yang mengatakan Elina
Baca selengkapnya