Sambil memainkan ponselnya, Nia tersenyum santai. "Awalnya, waktu Pak Kayden minta aku pindah, aku kira aku melakukan kesalahan. Tapi setelah datang ke sini, aku baru sadar, dibanding di Kota Andara, di sini jauh lebih bebas."Kelopak mata Lunara sedikit berkedut. Kayden benar-benar pria yang penuh perhitungan."Pak Kayden yang menyuruhmu pindah?""Ya, memang keputusan dari atas juga dan perusahaan memang mempertimbangkan kondisiku. Suamiku sendirian di sini, kasihan juga. Oh ya, setelah aku pergi, siapa yang gantiin posisiku?"Casya mendekat. "Aku, tapi aku juga sudah resign. Sekarang ikut Bu Luna rintis perusahaan."Nia tertawa. "Keren juga."Dalam bekerja, Lunara selalu tenang, tidak suka mencari masalah, mudah diajak kerja sama. Siapa pun bisa menukar jadwal dengannya. Dia lembut dan tidak mencolok.Berwirausaha butuh kemampuan dan keputusan. Lunara bisa merekrut tim sendiri, jelas punya bakat menjadi pemimpin."Aku pulang dulu ya. Tunggu kabar dariku.""Terima kasih, Kak Nia."...
Read more