Share

Bab 393

Penulis: Fitri
"Nggak apa-apa. Lagi pula, bukan aku yang traktir. Ini pakai uang suamiku." Lunara menoleh, lalu mengedip pada Bianca yang sempat tertegun dan tersenyum lembut.

Barusan dari ucapan Bianca, tersirat bahwa dia membela dirinya. Lunara mengingat kebaikan itu. Kemudian, tanpa melirik Moana sedikit pun, Lunara langsung keluar dari restoran.

Ignas menoleh ke belakang, menatap mereka dengan ekspresi dingin penuh peringatan. Wajahnya yang suram itu tampak menakutkan.

Awalnya Bianca agak gelisah. Membicar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 941

    Saat berada di padang rumput Efrika dulu, Carol dan timnya nyaris hidup bersama hewan-hewan liar di sana, makan dan tinggal di lingkungan yang sama.Akibatnya, dia sempat terserang berbagai penyakit.Setelah pergi ke luar negeri kali ini, dia kurang berhati-hati dan tanpa sengaja kembali terkena infeksi.Kebetulan lokasi Carol berada tidak jauh dari kota tempat Eden tinggal. Anggota timnya menemukan kontak Eden di ponsel Carol, lalu menghubunginya.Mereka meminta Eden menjemput dan membawa Carol pergi."Soal pemotretan nggak perlu terburu-buru. Kalaupun baru bisa dilakukan bulan depan, produknya juga baru akan diluncurkan dua bulan lagi. Suruh dia fokus memulihkan kondisi tubuhnya dulu.""Nanti setelah kondisi Carol agak membaik, aku akan menyuruh dia menghubungi Kakak Ipar sendiri."Setelah membicarakan keadaan Carol beberapa saat, Lunara masih terlihat cemas.Di seberang telepon, Eden terdiam sejenak."Oh ya, aku beliin beberapa barang untuk Daisy dan sudah kukirimkan. Aku sudah kasi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 940

    Apa yang dipikirkan Saphira tidak penting. Yang terpenting adalah membuat Lunara senang.Kayden mengurangi banyak pekerjaannya dan mencurahkan seluruh waktunya untuk menemani Lunara. Selama itu pula, dia benar-benar melihat sendiri betapa beratnya perjuangan seorang ibu selama menjalani kehamilan.Lunara mengulurkan tangan dan mengusap rambut Kayden yang lembut. "Pusat perawatan pascapersalinan juga belum tentu senyaman di rumah."Memang begitu.Saat sebelumnya mengalami keguguran, Lunara dipaksa menjalani masa pemulihan di rumah dan dirawat dengan sangat baik. Namun, kali ini berbeda. Kayden tidak ingin terlalu banyak orang keluar masuk rumah hingga mengganggu waktu istirahatnya."Kalau begitu, kita tinggal di sana dua hari dulu. Kalau kamu nggak suka, kita pulang."Lunara tampak ragu. "Kalau baru beberapa hari sudah pulang, bukannya kita cuma buang-buang uang?"Sebelumnya, Gaia pernah merekomendasikan beberapa pusat perawatan pascapersalinan. Namun, kebanyakan tempat mengharuskan pel

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 939

    Dari luar, Kayden terlihat tak berperasaan dan dingin. Padahal sebenarnya, dia justru lebih menghargai hubungan antarmanusia daripada siapa pun.Kalaupun video ini diserahkan ke Grup Narasoma, Zaid juga tidak akan mengatakan apa-apa. Hanya saja, dia tetap menganggap Sandy sebagai adik kandungnya.Melaporkan dan membongkar perbuatannya bukanlah hal yang mudah. Dia sendiri tidak tahu apakah melakukan hal seperti ini benar atau salah.Kayden sudah mengambil keputusan untuknya.[ Kalau kamu masih ragu, karena kejadian ini juga belum sampai menyebabkan masalah apa pun, biarkan saja selesai sampai di sini. Pergi kerja sana. ]Zaid menatap pesan di ponselnya. Sesaat kemudian, dia membalas singkat.[ Oke. ]Dia ingat, dua tahun lalu ketika mendengar tentang Kayden, pria itu masih sangat muda dan sudah menduduki posisi sebagai pewaris.Bahkan dia berhasil memperbesar skala grup hingga seratus kali lipat. Cara kerja dan kecerdikannya pun tidak bisa diremehkan.Di Kota Hegar, banyak orang mengata

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 938

    Keesokan paginya ....Saat bangun, Sandy sudah tidak ada di rumah. Di atas meja makan, tersisa sarapan dan selembar catatan.Di sana tertulis bahwa dia sudah pergi ke sekolah dan meminta Zaid ingat untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Di belakang catatan itu juga ada emoji tersenyum.Sama seperti kebiasaan mereka saat masih kecil. Waktu itu, meski orang tua mereka meninggalkan sejumlah uang santunan, Zaid juga sering berangkat pagi-pagi dan pulang larut karena bekerja sambilan.Karena kondisi kesehatannya kurang baik, Sandy pun mengambil alih sebagian pekerjaan rumah. Setiap pagi, dia selalu menyiapkan sarapan, agar Zaid bisa memakannya di perjalanan.Saat itu, kedua bersaudara itu sering harus menghemat setiap pengeluaran, tetapi mereka tidak merasa hidup mereka begitu sulit.Sekarang, kesehatan Sandy sudah pulih. Zaid juga sudah terbebas dari kekacauan dunia perusahaan. Semuanya jelas sedang bergerak ke arah yang lebih baik.Zaid teringat rekaman video yang tersimpa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 937

    Sandy berdiri di luar pintu, memandang Zaid yang hanya mengenakan handuk. Tanpa sadar, pandangannya mengarah ke dalam rumah. Kalau sekarang Sarah berada di sini ....Saat melihat sosoknya, senyum di wajah Zaid langsung menghilang. Dia berkata kepada Sarah di seberang telepon, "Aku tutup dulu. Uangnya nanti aku kembalikan. Kalau nggak, aku akan marah."Sarah tidak melihat Sandy. Dia berkata pelan, "Aku juga nggak takut kalau kamu marah ...."Zaid bukan atasannya. Kalaupun dia marah, itu tidak akan mengganggu pekerjaan Sarah, apalagi studinya. Kemarahan Zaid sepertinya tidak cukup untuk membuatnya gentar.Suara Sandy terdengar serak. "Kak ... kamu lagi video call sama Sarah?""Ya." Nada bicara Zaid dingin. Dia mengakhiri panggilan video. "Masuklah. Kenapa datang selarut ini?"Zaid berjalan keluar dari kamar sambil membawa ponselnya. Dia membuka aplikasi mobile banking, lalu mengembalikannya. Sandy mengikutinya dan menutup pintu.Dengan senyum canggung di wajahnya, dia berkata, "Proyek ke

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 936

    Bagi Sarah, uang sebanyak ini cukup besar. Jumlahnya hampir setara dengan gajinya selama dua bulan.Namun bagi Zaid, uang sebanyak itu tidak seberapa. Bahkan tanpa tabungan sekalipun, sebagai direktur utama Grup Narasoma saat ini, penghasilannya jauh lebih besar daripada jumlah itu.Hanya saja, Sarah merasa kalau dia menghabiskan uang sebanyak ini sekaligus, dia pasti akan terus memikirkannya dan merasa tidak tenang. Dia tidak bisa sesantai Zaid. Uang ini justru berubah menjadi beban baginya.Sarah selalu beranggapan, kalau dia tidak bisa dengan mudah mengeluarkan uang sebesar itu untuk membalas pemberian seseorang, pemberian itu tidak bisa disebut hadiah.Setelah Sarah mentransfer uangnya, Zaid langsung menelepon lewat video. Jantung Sarah seketika berdebar. Dia menarik napas, lalu menekan tombol jawab.Zaid baru saja selesai mandi. Dia berjalan santai keluar dari kamar mandi sambil membawa ponsel. Dari sudut pandang Sarah, garis rahangnya yang tegas terlihat jelas.Zaid tidak mengena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status