Entah kenapa, gelang itu juga membuat hati menjadi lebih tenang."Terima kasih. Aku akan menerimanya."Mobil kembali melaju.Eston membuka suara, "Tentang pertanyaan tadi. Kalau itu undangan dan aku punya waktu, kamu ingin pergi ke mana? Kalau itu hanya saran, aku akan menerimanya, tetapi belum tentu langsung kulaksanakan."Casya mengerti maksudnya. Dia sedang bertanya apakah Casya bersedia pergi jalan-jalan bersamanya.Gelang di pergelangan tangannya tiba-tiba terasa sedikit panas. Dia perlahan berkata, "Kakak Ipar, apa kamu ingin kita terus berhubungan?""Ya. Kamu masih marah karena kejadian waktu itu?"Bagi Casya, kejadian itu sekarang sudah menjadi hal yang sangat sepele. Dia sudah mengalami peristiwa yang jauh lebih besar dalam hidupnya.Terlebih lagi, setelah mengalami perubahan besar itu, dia menyadari bahwa dirinya kini bisa memahami tindakan Eston yang sempat melampaui batas. Kalau dia berada dalam situasi yang sama, mungkin dia juga tidak akan bisa bersikap lebih tenang darip
Mehr lesen