Yuna benar-benar sudah bertekad memaksa Silvar untuk berbicara."Dari mana kamu dapat nomor teleponku?""Ayahku yang kasih. Pak Silvar, kumohon, tolong bantu kami ...."Elina diam-diam menguap. Dia memegang ponsel Silvar di tangannya, lalu menggoyangkannya pelan. Tiba-tiba, dia jadi agak tertarik dengan kelanjutannya.Melihat itu, Silvar mengangkat sudut bibirnya. Namun, wajahnya tetap dingin saat bertanya, "Bantu apa?"Begitu melihat Silvar bersedia menanggapinya, Yuna langsung bersemangat. "Kakakku keterlaluan sekali. Dia menjual rumah orang tua, sampai kami cuma bisa pulang ke kampung halaman. Rumah di kampung juga nggak ada yang rawat, bahkan bocor kalau hujan ...."Kampung halaman Keluarga Sankara berada di Provinsi Gradi Utara, tepat di sebelah Kota Andara. Memang tidak semakmur wilayah Provinsi Gradi Selatan, tetapi kondisinya juga tidak bisa dibilang buruk.Rumah keluarga di sana bahkan dulu sudah direnovasi besar-besaran oleh Sutan dengan biaya yang tidak sedikit. Menampung se
Mehr lesen