共有

Bab 710

作者: Fitri
Casya sibuk bekerja. Luka di lehernya menjadi perhatian seluruh perusahaan. Ke mana pun dia pergi, selalu ada yang bertanya apa yang terjadi padanya. Dalam sekejap, dia hampir menjadi orang yang paling dilindungi di perusahaan.

Akhirnya Casya meminjam syal dari Lunara untuk melilit lehernya.

Lunara memandangnya lalu mengingatkan dengan niat baik, "Bu Casya, hari ini suhunya 38 derajat. Yakin cocok pakai syal di leher?"

"Ini namanya fashion."

Kejadian semalam sudah diketahui seluruh Keluarga Nara
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 719

    "Bukan. Aku yang bilang ke dia kalau Daisy akan pindah sekolah.""Pindah sekolah?""Mm." Kayden mengangguk pelan."Sebenarnya sebelumnya aku sudah pilih sekolah yang cocok. Nanti Daisy pindah bersama dengan Rupert. Sekolah ini memang bagus saat mereka masih harus dititipkan. Tapi sekarang kedua anak itu sudah lebih besar, jadi aku berencana pindahin mereka ke taman kanak-kanak internasional."Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya. Hanya saja, dia tidak menceritakan kejadian barusan. Itu hanyalah sebuah selingan kecil. Tidak perlu membuat suasana hati Lunara rusak sejak pagi."Sekolah ini lebih cocok untuk anak usia dua atau tiga tahun yang masih butuh penitipan karena nggak ada orang di rumah yang menjaga mereka. Sedangkan sekolah di sana lebih berfokus pada pendidikan bahasa asing dan kegiatan luar ruangan."Lunara mengangguk. Karena Kayden sudah memutuskan untuk memindahkan sekolah Daisy, berarti dia pasti sudah melakukan banyak pertimbangan.Sebenarnya dia juga pern

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 718

    Kayden menatap jalan di depannya. Selama bertahun-tahun, dia sudah bertemu dengan terlalu banyak orang.Ada banyak keluarga yang latar belakangnya jauh lebih terpandang daripada Keluarga Narasoma maupun Keluarga Lumbana. Namun, tidak sedikit juga yang awalnya berada di puncak, lalu kehilangan segalanya hanya karena satu langkah yang salah.Baginya, yang paling penting adalah ketulusan. Sementara ketulusan yang saat ini ditunjukkan Eston masih jauh dari cukup. Setidaknya, Kayden yakin bahwa Casya sama sekali tidak membutuhkannya.Setelah mengantar Daisy ke taman kanak-kanak, karena cuaca di luar sangat panas, Kayden tidak membiarkan Lunara turun dari mobil.Daisy berdiri di depan gerbang, lalu menerima tas sekolah yang sudah disiapkan Kayden. Dengan tatapan penuh harap, dia memandang Kayden."Papa bakal jemput aku lagi pas pulang sekolah sore nanti, 'kan?""Tentu saja. Papa pasti datang jemput."Selama liburan musim panas, hampir setiap hari Daisy menghabiskan waktu bersama Kayden. Bere

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 717

    Dulu, terhadap anak-anak di keluarganya sendiri pun, dia tidak pernah terlalu sabar.Di desa tempatnya bertugas juga ada banyak anak-anak. Cara Eston memperlakukan mereka hampir tidak ada bedanya dengan orang dewasa.Namun, entah kenapa setiap kali melihat gadis kecil ini, dia selalu merasa senang dari lubuk hatinya. Bahkan ingin tersenyum.Eston berjongkok agar pandangannya sejajar dengan si kecil. "Ya. Tapi Om bukan suami Tante Casya. Sudah sarapan? Nih, makan roti."Daisy menoleh ke belakang, melihat Lunara yang berdiri di sana. Melihat Lunara tidak mengatakan apa-apa, hanya menatapnya dengan lembut, dia pun menoleh kembali kepada Eston."Terima kasih, Om." Senyuman di wajah Eston baru saja mengembang, Daisy melanjutkan, "Tapi Mama bilang nggak boleh terima makanan dari orang asing. Aku juga sudah sarapan. Dah, Om!"Setelah mengatakannya, dia langsung berlari kembali ke sisi Lunara.Eston tertegun, lalu tanpa sadar mengusap hidungnya. Gadis kecil ini ternyata sifatnya agak mirip Cas

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 716

    Nada bicaranya terdengar penuh makna. Bahkan suaranya mengalir lembut, seolah sengaja menggoda.Lunara langsung teringat bagaimana Kayden begitu lepas kendali semalam hingga dia hanya bisa mengertakkan gigi.Dulu Eirene pernah berkata, selama mereka berpisah, Lunara telah melewatkan masa-masa terbaik Kayden.Namun kenyataannya, bahkan Kayden yang sekarang pun masih membuat Lunara kewalahan. Kalau terus seperti itu, pinggang Lunara benar-benar tidak akan sanggup lagi.Raut wajah Kayden memperlihatkan sedikit penyesalan, tetapi dia juga tidak melanjutkan godaannya."Semalam aku sudah kasih tahu kamu, temanya adalah Empat Musim. Beberapa hari lagi akan diumumkan."Kayden memberi tahu Lunara lebih awal, tetapi hanya tiga hari lebih cepat. Kalaupun dia tidak mengatakannya, semua merek yang ikut dalam industri itu tetap akan mengira bahwa mereka sebagai suami istri pasti saling membocorkan semua informasi saat berada di rumah.Bahkan banyak yang mengatakan bahwa tender pameran perhiasan Grup

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 715

    Lunara selalu percaya bahwa setiap bidang memiliki tantangannya masing-masing. Setiap orang memiliki keahliannya sendiri, dan itu memang benar.Dia memiliki selera estetika dan kemampuan menggambar, tetapi tidak mempunyai bakat alami yang pas dalam mendesain perhiasan. Menjadi peninjau desain sudah lebih dari cukup, tetapi jika harus memikul tanggung jawab sebagai desainer utama, hasilnya masih terasa kurang.Sekarang bekerja sama dengan Casya justru terasa sangat cocok.Kayden berlutut dengan satu kaki di depan Lunara. Jarinya mengusap bagian belakang pergelangan kaki Lunara yang lecet akibat sepatu hak tinggi."Sakit nggak?""Masih bisa ditahan."Kulit tumit Lunara memang sangat tipis dan sensitif. Hampir setiap kali memakai sepatu hak tinggi, tumitnya pasti lecet. Dia sudah terbiasa.Kalau bukan karena Kayden yang melihatnya, dia sendiri bahkan tidak menyadarinya. Mungkin tadi dia terlalu lama berdiri saat berbicara dengan Eden. Setelah mulai berjalan, posisi kakinya berubah sehingg

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 714

    Di antara mereka hanya terhalang sebuah pintu mobil.Meski sudah memasuki awal September, cuaca masih sangat panas, membuat orang merasa gerah dan gelisah.Lunara mengenakan sepatu hak tinggi dengan sol yang agak tipis. Panas dari aspal menembus lapisan kulit sepatu dan membakar telapak kakinya. Lunara teringat pada kebakaran itu. Dia tidak ingin memikirkan alasan Eden masuk ke dalam kobaran api saat itu. Dia juga tidak ingin menilai siapa pun dengan prasangka buruk.Namun, dia tahu bahwa dirinya harus menjaga jarak dengan Eden. Itu akan lebih baik bagi semua orang.Lunara tetap berdiri di tempat."Nggak perlu. Aku nggak butuh. Merek kami ikut dalam tender ini dengan persaingan yang adil. Aku nggak butuh jalur ordal dalam bentuk apa pun."Eden tertegun sejenak. Lalu, dia menarik kembali map dokumen itu. Dia menghela napas pelan. "Aku hanya berniat baik. Kak Lunara benar-benar nggak punya perasaan.""Terima kasih." Jawaban Lunara tetap tenang dan rapi, tanpa memberi celah sedikit pun.E

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status