Rupert sangat gembira. Dia mendekat dan memanggil pamannya.Dari saku bajunya, dia mengeluarkan sebuah bakpao, lalu menyerahkannya pada Kayden dengan enggan. "Om, ini bakpao buatan Tante Lunara, enak sekali. Om belum sarapan, 'kan? Ini buat Om."Pagi itu, Priya memang mengukus banyak bakpao. Semuanya buatan Lunara.Isi bakpaonya campuran daging ikan dan udang, ditambah zucchini cincang yang ditumis bersama telur. Rasanya ringan, tapi segar dan gurih. Rupert belum pernah mencicipi rasa seperti itu, dia makan beberapa buah sekaligus.Priya khawatir perutnya tidak nyaman kalau kebanyakan, jadi dia membungkus beberapa untuk dimakan Rupert di jalan.Awalnya Rupert berpikir, pamannya sudah sebesar itu, pasti tidak akan berebut makanan dengan anak kecil. Beberapa bakpao ini bisa dia bawa ke TK dan dimakan pelan-pelan.Siapa sangka, pria itu melirik ke arah mereka. Pandangannya sempat berhenti sejenak di wajah Lunara, lalu dia mengambil bakpao dari tangan Rupert.Hanya dalam dua suap, bakpao i
Baca selengkapnya