Sheza masih memejamkan mata, menikmati kecupan Satria yang lembut di bibirnya.Ia sadar hari di luar masih terang. Tirai vitrase hanya menghalangi sebagian cahaya matahari yang masuk ke ruang kerja itu.Di dalam hati, ia membenarkan ucapan Satria tentang me time beberapa saat yang lalu.Beberapa minggu terakhir, mereka memang jarang benar-benar memiliki waktu berdua.Rumah mereka lebih sering dipenuhi suasana keluarga besar. Obrolan yang diselingi aneka camilan, celoteh anak-anak, serta tawa yang tak pernah benar-benar berhenti. Terlebih sejak Sagara tumbuh menjadi bayi berusia enam bulan yang, menurut Om Franky, adalah bayi paling anteng yang pernah ditemuinya.Mereka tetap menghabiskan banyak waktu bersama.Hanya saja, momen seperti siang itu, ketika hanya ada mereka berdua tanpa gangguan apa pun, menjadi sesuatu yang semakin jarang terjadi.Deru halus pendingin udara terdengar samar memenuhi ruangan. Satria memang tidak pernah menyukai suhu yang terlalu dingin. Baginya, udara sejuk
Read more