Sheza langsung menoleh ke arah pintu. “Nah, kayaknya mereka udah dateng,” kata Sheza. Dengan tangan memegang hanger ia mendekati pintu. Ia menyambar ponsel dekat meja dan membaca pesan terbaru. Dari Dira :‘Za, aku dan Jenar udah nyampe ya.’Sheza lalu membuka pintu kamar dan melongok Mbak Tuti. “Disuruh masuk aja langsung ke ruang keluarga ya, Mbak. Minta buatin teh juga sama keluarin cake yang di kulkas. Sebentar lagi saya keluar. Makasih sebelumnya, Mbak Tuti.” Sheza mengulas senyum. “Baik, Bu,” kata Mbak Tuti. “Sepertinya Dede Saga-nya juga baru bangun, Bu,” tambahnya.“Sebentar lagi saya keluar,” kata Sheza.Setelah mengatakan itu, Mbak Tuti menjauhi kamar kedua.Satria baru selesai berpakaian dan rambutnya yang masih basah sudah tersisir rapi.“Wah, kalau keluar rambut kita sama-sama basah, bisa panjang nanti yang dibahas mereka,” ujar Sheza seraya terkekeh. Ia kembali ke ruang ganti dan mengenakan dress-nya. ““Sepertinya bakal rame ya sore ini. Roman dan Vian mau datang. Buk
Magbasa pa