Deru mesin mobil mewah itu membelah jalanan malam dengan kecepatan yang tidak wajar. Di dalam kabin, suasana yang beberapa jam lalu terasa hangat oleh sisa aroma gula kapas kini berubah mencekam. Kael mencengkeram kemudi dengan rahang yang mengeras sempurna, tatapannya lurus ke depan, dingin dan tak tersentuh. Sabrina duduk mematung di sampingnya. Ia berkali-kali menoleh, mencoba mencari celah untuk memulai percakapan, namun setiap kali melihat profil wajah Kael yang kaku, kata-katanya tertahan di tenggorokan. Ada rasa bersalah yang mengganjal, namun di saat yang sama, harga dirinya juga terusik. Setiap kali lampu jalan menyinari kabin, mata Kael menangkap sepasang sandal karakter kucing konyol yang masih mereka kenakan. Alih-alih lucu, itu justru menjadi tamparan bagi eg
اقرأ المزيد