"Dalam dunia keluarga kita, garis antara bisnis dan keamanan fisik itu tidak pernah ada," sahut Kael dengan nada yang mendadak sangat dingin. Ia berdiri tegak, bayangannya jatuh menutupi meja kayu ek yang kokoh.Sabrina mendongak, menatap pria itu dengan alis berkerut dalam. “Jangan mengada-ada. Kau pasti mengerjaiku,” ucapnya pura-pura tak percaya walau di dalam hati meragu."Kau pikir saham dan angka di layar itu satu-satunya cara orang menjatuhkan kita?" Kael tertawa hambar, sebuah suara yang tidak memiliki sedikit pun unsur humor. "Kadang, peluru lebih cepat daripada surat gugatan."Sabrina mendengus, mencoba mencairkan suasana yang terasa terlalu berat untuknya. "Wah, kau bicara seolah-olah kau ini bos mafia di film-film. Apa setelah ini kau akan memaksaku memakai rompi antipeluru juga?""Kalau itu bisa membuatmu tetap hidup, aku akan memakaikanmu dua lapis," jawab Kael tanpa ekspresi."Kau berlebihan," gumam Sabrina sambil menyila
اقرأ المزيد