Tak terasa satu tahun berlalu.Cahaya matahari pagi menyinari rumah baru yang hangat dan sederhana. Arnie berdiri di dapur, membantu ibunya menyiapkan sarapan."Ibu, biar Arnie saja yang goreng telurnya," katanya ceria.Ibunya tersenyum lembut. "Gak usah, biar ibu aja sendiri. Duduk sana, kamu pakai tenaga mu buat kerja nanti," ucap Aminah.Arnie tersenyum, hatinya penuh rasa syukur. Satu tahun ini tak ada lagi rasa sakit. Tak ada bentakan, hinaan, atau luka. Dulu saat masih bersama Daren, ia yang selalu memasak sarapan pagi, makan paling akhir atau hanya mendapat sisa dari Daren dan keluarganya. Namun, sekarang ia selalu diperlakukan seperti putri raja oleh kedua orang tuanya."Gak kerasa udah hampir setahun kamu kerja di perusahaan milik keluarga Natasya, kamu betah?" tanya Supriadi."Betah banget, Ayah. Gak ada yang tahu aku calon adik ipar kak Natasya, jadi semua memperlakukan aku seperti karyawan biasa, tapi baik-baik," ucap Arnie."Apa Natasya pernah menyinggung soal pernikahann
Baca selengkapnya