"Kau tak pernah berubah, Daren. Selalu menuduh tanpa mau mencari tahu kebenaran." jawab Wira tenang, meski matanya menyiratkan luka lama. "Kau pikir aku menyukai Arnie hingga aku sengaja menyembunyikannya darimu?"Daren melangkah lebih dekat. "Bukankah itu masuk akal? Kamu playboy, Wira. Bisa saja kau menyukainya kan!"Wira tertawa lagi, kali ini getir. "Aku memang playboy dan kamu boleh menilai aku bagaimana pun, tapi satu hal yang sudah berkali-kali aku katakan sejak dulu-aku tidak pernah, dan tidak akan pernah, merebut istri sahabatku."Arnie akhirnya angkat bicara. Suaranya bergetar, tapi jelas. "Sudahlah, Wira. Percuma menjelaskan apapun padanya, dia tidak akan mau dengar dan tidak akan pernah percaya. Sejak dulu dimata nya aku selalu salah, selalu rendah, dan selalu hina."Daren menoleh padanya. "Arnie, tidak seperti itu dengarkan aku-""Tidak," potong Arnie tegas. "Aku tidak mau dengar apapun lagi darimu. Kamu tidak berhak menuduh dan menyalahkan siapa pun, aku meninggalkanmu k
Read More