Sepasang mata indahnya yang berkaca-kaca perlahan memicing, menyiratkan rasa cemas dan malu, tetapi diwarnai damba. Dengan ekspresi yang menggoda, ibu angkat menatapku sambil menggigit bibir merahnya, seakan sedang terhanyut dalam perasaan. Tatapannya begitu lembut dan sayu.Tepat di saat yang krusial itu, terdengar bunyi bel pintu "ting-tong, ting-tong" dari luar."Paman Adnan sudah pulang?"Aku tersentak kaget, lalu bergegas bangkit dari tubuh ibu angkat."Aldo, cepat kembali ke kamar. Biar aku yang buka pintunya."Ibu angkat sepertinya tidak marah kepadaku. Bahkan, dari ekspresi wajahnya, tampak terselip sedikit rasa sesal.Sambil merapikan pakaiannya, ibu angkat melangkah menuju pintu depan.Melihat bokong montoknya yang bergoyang saat berjalan, aku pun menghela napas di dalam hati. Sedikit lagi padahal!Aku segera berbalik dan kembali ke kamarku sendiri.Sambil berbaring di tempat tidur, aku merasa sedikit heran. Bukankah Paman Adnan bilang malam ini akan makan malam bersama teman
더 보기