Short
Tante-tante Kesepian

Tante-tante Kesepian

By:  UnguCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi membantu ayah angkat memulihkan kejantanannya, ibu angkat menyiapkan segelas air yang sudah dicampur dengan obat kuat. Sialnya, gelas berisi air tersebut justru terminum olehku. Saat aku menindih tubuh ibu angkat dengan napas terengah-engah dan membujuk ibu angkat dengan suara serak agar dia mau bertanggung jawab …. Ibu angkat merasakan keperkasaan yang menekan area pribadinya. Dia pun menelan ludah. Kemudian, ibu angkat mengulurkan tangan untuk menarik tanganku dan membimbingku untuk mulai membelai tubuhnya.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Aldo, tenanglah. Jangan gini …."

Ibu angkatku yang cantik dan seksi menelungkup dengan malu-malu di atas meja tamu, memperlihatkan bokongnya yang montok. Sekujur tubuhnya terasa lemas dan pipinya tampak memerah.

"Ibu, Ibu masukkin obat kuat itu ke dalam air minumanku. Bukankah itu tandanya Ibu ingin aku memanjakan Ibu dengan baik?"

"Bukan begitu. Itu sebenarnya untuk pamanmu. Kamu … kok bisa kamu yang minum?"

Ibu angkatku ingin menangis tetapi tidak ada air mata yang keluar. Dia mencoba meronta, tetapi tidak ada tenaga sedikit pun. Ibu angkatku tertindih di bawah tubuhku dan tidak mampu bergerak.

Dia hanya bisa menolehkan kepalanya, menatapku yang berwajah merah padam dan penuh dengan gairah yang membara. Dengan perasaan malu, ibu angkatku menggigit bibir merahnya. Sementara itu, sepasang matanya yang indah dan berkaca-kaca memancarkan rasa tidak berdaya sekaligus permohonan.

Dengan tubuhku yang tinggi menjulang mencapai 180 sentimeter, bagi ibu angkatku yang bertubuh mungil dan lembut bagai air, aku benar-benar tampak seperti sosok raksasa yang perkasa.

"Ibu, aku nggak peduli …. Ibu bahkan memasukkan begitu banyak sekaligus, tiga butir! Rasanya pembuluh darahku mau pecah, nggak nyaman banget. Biarkan aku melampiaskannya pada Ibu biar aku bisa merasa tenang."

Hawa panas tubuhku menempel erat di punggung Ibu angkatku. Dia sepertinya juga bisa merasakan sensasi yang begitu kuat dan membara itu. Tubuh moleknya gemetar sedikit, sementara bokongnya yang montok itu menggeliat dengan perasaan panik.

Namun, dengan melakukan itu, gesekannya justru makin terasa. Seakan-akan, ibu angkatku sedang memberiku pijatan.

Rasanya benar-benar luar biasa … sampai-sampai aku hampir tidak bisa tahan!

"Ibu, aku mohon …. Ibu harus tanggung jawab …."

Aku berbisik di telinganya. Embusan napas maskulinku yang panas mengenai telinganya, membuat daun telinganya seketika berubah menjadi merah padam.

"Ibu yang biasanya paling menyayangiku, 'kan? Ibu, aku mohon padamu. Aku nggak akan kasih tahu siapa pun …."

Ibu angkatku mengenakan celana yoga yang ketat, di mana kainnya yang tipis memperlihatkan dengan sangat jelas lekuk bokongnya yang montok serta kaki jenjangnya yang indah dan mulus.

Ibu angkatku hanya bisa menelungkup tak berdaya di atas meja tamu, membuat lekukan bokongnya tampak makin penuh dan anggun, bahkan hingga ke bagian bawah. Bentuk sensitif yang terbalut kain itu terlihat begitu menggoda.

Itu adalah "tujuan" yang sangat didambakan oleh setiap pria, terutama bagiku, yang seorang mahasiswa tahun ketiga yang belum pernah pacaran dan sebelumnya hanya sibuk belajar serta bermain basket.

Godaan yang paling mematikan adalah seutas tali renda merah yang mengintip dari balik pinggang celana yoganya, melingkar ketat pada kulitnya yang putih bersih dan halus.

Meski hanya terlihat sedikit, berdasarkan pengalamanku yang sudah menonton begitu banyak film, itu pastinya adalah model t-back atau thong renda.

Siapa sangka, Ibu angkatku yang dari luar tampak begitu anggun dan bersahaja, ternyata mengenakan celana dalam yang begitu menggoda dan seksi seperti ini? Jika ini bukan untuk menggoda pria, lalu apa lagi?

"Ibu, aku merasa sangat tersiksa, rasanya aku mau meledak. Kalau hari ini hasratku nggak dilepaskan dengan baik, aku bisa mati di sini …."

Napasku menjadi makin memburu dan kasar. Kedua mataku juga mulai menjadi merah padam. Sosok wanita cantik dan seksi luar biasa di hadapanku ini seakan bukan lagi sahabat ibuku, melainkan hidangan terlezat di dunia yang sedang menunggu untuk kunikmati.

Seluruh tubuh ibu angkatku memancarkan pesona wanita dewasa yang memikat. Wajahnya yang putih bersih dan mulus tampak merona kemerahan. Ekspresinya begitu cantik dan menggoda, bagaikan buah apel yang sudah ranum, menunggu seseorang untuk memetiknya.

Wajah ibu angkatku memerah. Ekspresinya tampak menunjukkan pergulatan batin. Namun, sepertinya dia sudah menyerah untuk melawan.

Ibu angkatku pun memalingkan wajahnya, membiarkan hamparan kulitnya yang putih bersih terpampang di hadapanku, lalu memejamkan matanya dengan perasaan yang tidak tertahankan.

Aku tidak tahan lagi. Aku menelan ludah dalam-dalam. Tanganku menyelinap masuk ke balik kerah bajunya dan dengan kasar meremas payudaranya yang begitu montok dan penuh itu ….
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status