"Tapi aku sudah nggak butuh lagi ...."Aku menarik tanganku dari genggamannya, yang kini terasa sakit.Wajahku tenang, suaraku datar ....Tapi dia tetap tidak menyerah.Bahkan menyelipkan boneka harimau yang sudah lama kubuang ke tanganku."Keira, lihat. Aku menemukan ini di tempat sampah. Aku sudah memperbaikinya. Sama seperti hubungan kita, pasti bisa diperbaiki!"Mendengar suaranya yang hampir gila, aku menelan kata-kata menyakitkan yang hampir kuucapkan.Aku menenangkan diri dan mencoba menjawab dengan lembut."Ardha, kamu lihat kehidupan kita yang sebelumnya? Berarti kamu harusnya paham, hadiah terbaik yang bisa kita berikan satu sama salin adalah nggak saling mengganggu lagi. Kamu mengerti, 'kan?"Ardha menggelengkan kepalanya, memelukku erat-erat seolah ingin menyatukan diriku ke dalam tubuhnya."Nggak, nggak begitu! Ayo kita pulang.""Lupakan semua yang ada di sini. Aku akan mencintaimu, menyayangimu, dan melindungimu dengan sepenuh hatiku. Aku akan seratus kali, seribu kali, s
Read more