Mag-log inSetelah berhasil mendaftar program Dokter Lintas Batas, aku menyerahkan jabatan direktur rumah sakit kepada Jihan. Sahabatku merasa kasihan padaku dan berkata, "Kalau kamu pergi, kamu sendiri yang sepenuhnya memutuskan hubunganmu dengan Ardha." Aku tersenyum lembut. "Aku cuma mengembalikannya kepada orang yang dia dambakan." Di kehidupan sebelumnya, Ardha dan aku adalah pasangan yang terkenal sering berselisih. Dia membenciku karena aku menolak menggantikan posisi Jihan menjadi Dokter Lintas Batas, yang mengakibatkan Jihan terinfeksi virus di tengah perang dan meninggal. Aku benci kemunafikan dan kekonyolannya. Kalau memang dia mencintai Jihan, kenapa dia berjanji kepada orang tuaku bahwa dia akan menjagaku seumur hidupku? Selama tujuh tahun pernikahan kami, doa terindah yang kami ucapkan kepada satu sama lain adalah, "Semoga kamu mati sengsara." Tapi, di tengah hujan peluru medan perang, dia tertembak di jantung, menggunakan napas terakhirnya untuk melindungiku dengan tubuhnya. "Aku sudah mengatur seseorang untuk menjemputmu. Begitu serangan udara ini selesai, cepat pergi. Kamu harus selamat ...." Di tengah kesadarannya yang kabur, dia bergumam. "Aku akan melindungimu di kehidupan ini. Semoga kita nggak ketemu lagi di kehidupan selanjutnya." "Jihan, aku datang." Sayangnya, serangan bom yang dijatuhkan dari langit tidak memberiku kesempatan untuk melarikan diri dan akhirnya menelan kami berdua. Saat aku membuka mata lagi, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Ardha, di kehidupan ini, aku akan mengabulkan keinginanmu.
view moreMungkin karena kehilangan terlalu banyak darah, tangannya tidak terasa sekuat dulu lagi."Bodoh, aku belum mati. Jangan menangis, aku jadi ikut sedih."Mendengar suara lemahnya di telingaku, beban berat di hatiku perlahan terangkat.Sejak hari itu, aku tidak pernah beranjak sedikit pun dari sisi Vincent.Penglihatanku pun berangsur-angsur membaik. Jarak pandangku semakin luas dan segala sesuatu yang kulihat menjadi semakin jelas.Tapi, aku tidak memberi tahu Vincent. Aku ingin memberinya kejutan!Sayangnya, pada hari dia pulang dari rumah sakit, penglihatanku menjadi benar-benar buta."Keira, nggak apa-apa. Aku tetap mencintaimu!"Aku memukul lengannya dan tertawa lepas sampai ingusku keluar."Kalau kamu berani meninggalkanku, wanita mana lagi di dunia ini yang mau mengobati kesepianmu dan menemanimu hingga akhir hidupmu?""Ya, Keira cinta sejatiku!"Sejak pertempuran itu, Vincent bekerja sama dengan Timur atas saranku.Dia menyediakan dana, Timur menyediakan teknologi.Mereka sepakat
"Tapi aku sudah nggak butuh lagi ...."Aku menarik tanganku dari genggamannya, yang kini terasa sakit.Wajahku tenang, suaraku datar ....Tapi dia tetap tidak menyerah.Bahkan menyelipkan boneka harimau yang sudah lama kubuang ke tanganku."Keira, lihat. Aku menemukan ini di tempat sampah. Aku sudah memperbaikinya. Sama seperti hubungan kita, pasti bisa diperbaiki!"Mendengar suaranya yang hampir gila, aku menelan kata-kata menyakitkan yang hampir kuucapkan.Aku menenangkan diri dan mencoba menjawab dengan lembut."Ardha, kamu lihat kehidupan kita yang sebelumnya? Berarti kamu harusnya paham, hadiah terbaik yang bisa kita berikan satu sama salin adalah nggak saling mengganggu lagi. Kamu mengerti, 'kan?"Ardha menggelengkan kepalanya, memelukku erat-erat seolah ingin menyatukan diriku ke dalam tubuhnya."Nggak, nggak begitu! Ayo kita pulang.""Lupakan semua yang ada di sini. Aku akan mencintaimu, menyayangimu, dan melindungimu dengan sepenuh hatiku. Aku akan seratus kali, seribu kali, s
Mereka berterima kasih atas donasi dan tempat tinggal yang dia berikan.Pada saat itulah aku menyadari bahwa setiap anak, dan bahkan setiap orang, mengenakan lencana dengan huruf "V" di atasnya.Seseorang menjelaskan kepadaku bahwa lencana ini setara dengan paspor bagi mereka.Di mana pun mereka berada, akan selalu ada seseorang yang membawa mereka pulang dan melindungi mereka.Aku menatap Vincent, yang dikelilingi anak-anak dengan senyuman kaku.Wajahku tanpa sadar tersipu.Saat mata kami bertemu, seolah-olah ada sesuatu yang tidak perlu dikatakan di antara kami.Malam itu adalah malam di mana aku tertawa paling lepas sejak terlahir kembali.Aku minum sampai terlalu mabuk dan bicara tidak karuan.Bahkan beberapa kali merebut ayam panggang di piring Vincent.Mungkin aku salah lihat lagi, tapi Vincent sepertinya menundukkan kepala seolah ingin menciumku.Pada saat itu, aku sangat berharap waktu bisa berhenti.Tapi, segala sesuatu di dunia ini sering kali tidak berjalan sesuai rencana..
"Kalau kamu bisa cabut minimal satu helai rambutnya, aku akan mengizinkanmu kembali ke markas Dokter Lintas Batas!""Janji?"Aku memotong ucapannya sebelum dia selesai.Hal ini memicu sentakan kaget dan teriakan marah dari orang-orang yang menyaksikan.karena bagi orang-orang berambut pirang dan bermata biru itu, seorang wanita Timur sepertiku, yang lemah dan pincang dengan kaki terluka, berada di sini tak ubahnya adalah vonis mati.Tapi, apa peduliku? Siapa bilang aku siap bertarung sampai mati?Vincent memandang gadis dengan wajah percaya diri di bawahnya itu.Entah mengapa dia tiba-tiba merasa penuh antisipasi dan juga tegang.Antisipasi bahwa wanita itu mungkin akan menang.Tegang karena, apa yang akan terjadi kalau benar-benar mati?Begitu gembok kandang besi dibuka, beruang itu langsung menyerbu ke arahku dengan penuh semangat.Vincent, karena khawatir pemandangannya terlalu mengerikan, memejamkan matanya dan berdoa untuk gadis itu.Tapi, suara daging terkoyak dan dicabik-cabik t
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.