Short
Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

By:  BoboKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Mga Kabanata
4views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Setelah berhasil mendaftar program Dokter Lintas Batas, aku menyerahkan jabatan direktur rumah sakit kepada Jihan. Sahabatku merasa kasihan padaku dan berkata, "Kalau kamu pergi, kamu sendiri yang sepenuhnya memutuskan hubunganmu dengan Ardha." Aku tersenyum lembut. "Aku cuma mengembalikannya kepada orang yang dia dambakan." Di kehidupan sebelumnya, Ardha dan aku adalah pasangan yang terkenal sering berselisih. Dia membenciku karena aku menolak menggantikan posisi Jihan menjadi Dokter Lintas Batas, yang mengakibatkan Jihan terinfeksi virus di tengah perang dan meninggal. Aku benci kemunafikan dan kekonyolannya. Kalau memang dia mencintai Jihan, kenapa dia berjanji kepada orang tuaku bahwa dia akan menjagaku seumur hidupku? Selama tujuh tahun pernikahan kami, doa terindah yang kami ucapkan kepada satu sama lain adalah, "Semoga kamu mati sengsara." Tapi, di tengah hujan peluru medan perang, dia tertembak di jantung, menggunakan napas terakhirnya untuk melindungiku dengan tubuhnya. "Aku sudah mengatur seseorang untuk menjemputmu. Begitu serangan udara ini selesai, cepat pergi. Kamu harus selamat ...." Di tengah kesadarannya yang kabur, dia bergumam. "Aku akan melindungimu di kehidupan ini. Semoga kita nggak ketemu lagi di kehidupan selanjutnya." "Jihan, aku datang." Sayangnya, serangan bom yang dijatuhkan dari langit tidak memberiku kesempatan untuk melarikan diri dan akhirnya menelan kami berdua. Saat aku membuka mata lagi, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Ardha, di kehidupan ini, aku akan mengabulkan keinginanmu.

view more

Kabanata 1

Bab 1

"Kamu sudah yakin mau meninggalkan Ardha?" tanya mentorku dengan nada tidak percaya.

Aku mengangguk sambil tersenyum kecut.

Mentorku paling tahu seberapa besar cintaku kepada Ardha. Tapi dia juga orang yang paling pesimis tentang masa depan hubungan kami.

Pada malam sebelum pernikahanku di kehidupan sebelumnya, nasihat mentorku masih terngiang di telingaku.

"Walaupun orang bilang jangan ikut campur rumah tangga orang, tapi aku nggak tahan lihat dua murid kesayanganku hidup saling menyiksa."

"Keira, cinta yang dipaksakan nggak mungkin bisa bahagia."

Saat itu, aku dengan keras kepala menolak nasihatnya, berpikir, "Bahagia nggak bahagia, pokoknya aku sama dia!"

Rasa pahit di hatiku membuatku tersadar. Aku menatap mentorku dan mengganti topik pembicaraan. "Aku daftar program Dokter Lintas Batas."

"Aku mau berangkat tiga hari lagi. Makanya aku ke sini untuk pamit."

Mentorku menatap mataku yang sedikit merah dan ingin mengatakan sesuatu untuk menghibur, tapi dia pada akhirnya tidak mengatakan apa-apa.

"Pergi ke luar negeri, lihat dunia yang lebih luas. Walaupun Dokter Lintas Batas memang ada bahayanya, tapi ini kesempatan bagus juga."

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada mentorku dan kembali ke rumah keluarga Ardha, aku tidak menyangka akan bertemu orangnya.

Ini pertemuan pertama kami sejak aku terlahir kembali.

Punggung dan paha Ardha terbungkus perban, dengan bercak-bercak darah.

Luka ini akibat hukuman dari ayahnya, karena dia memberontak dan menolak menikah denganku.

Mungkin karena merasa bersalah telah menolakku, dia terus menghindari tatapanku.

Aku mengambil kotak obat, membersihkan lukanya sebentar, lalu mengganti perbannya.

Selama itu, kami duduk dalam diam.

Tapi, aku merasa ada keanehan yang asing.

Dihitung dari kehidupan sebelumnya, sudah tujuh tahun sejak kami duduk bersama dengan begitu damai.

Pertemuan kami selalu dipenuhi ketegangan. Kata-kata kasar sudah hal biasa.

Melihat butiran keringat yang deras di dahinya karena rasa sakit, aku bertanya.

"Jihan sendiri yang diam-diam buka komputerku dan menerima permintaan dari organisasi Dokter Lintas Batas, rumah sakit harus mengirim seseorang. Jadi aku tugaskan ke dia. Itu pilihan paling masuk akal, 'kan?"

Ardha terdiam cukup lama sebelum akhirnya bicara dengan susah payah.

"Jihan bilang dia nggak sengaja. Dia sudah minta maaf."

"Nggak perlu sampai membuatnya membayar harga semahal itu."

Aku menunduk dan tertawa getir.

Jihan sengaja. Dia pikir, dengan mendaftar menggunakan data diriku, dia bisa membuatku masuk program Dokter Lintas Batas.

Tanpa dia sadari, sistem akan secara otomatis menyalakan kamera untuk verifikasi iris.

Dia melakukan semua ini untuk menjauhkanku dari Ardha.

Agar dia bisa menguasai seluruh kasih sayang Ardha dengan hati yang tenang.

Aku tidak capek-capek menjelaskan, dan aku tahu Ardha juga tidak akan mendengarkan.

Suara Ardha terdengar dari belakang telingaku.

"Jihan belum pernah menderita sedikit pun sejak kecil. Kalau dia disuruh pergi ke tempat bahaya begitu, itu sama saja membunuhnya, ya 'kan?"

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
10 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status