공유

Bab 4

작가: Bobo
"Kalau memang kamu yakin di hatinya cuma ada kamu, kenapa sampai repot-repot telepon aku cari-cari pengakuan?"

Kata-kataku membuat Jihan marah. Dia menjawab dengan nada penuh kebencian, "Kalau begitu, mari kita lihat dia mau percaya kamu atau tetap setia di pihakku."

Sebelum aku sempat memahami maksudnya, dia menutup telepon dengan kasar.

Detik berikutnya, kamera CCTV di pintu rumahku mengirim notifikasi aktivitas mencurigakan.

Ardha mendobrak pintu rumahku dengan penuh amarah dan menggeledah seluruh rumah, mencariku sambil mengacungkan penggaris besar.

Dia meneriakkan namaku dengan geram sambil menghancurkan perabotan rumahku.

"Keira, keluar! Dasar anak buangan, berani-beraninya kamu culik Jihan! Kamu tahu nggak traumanya sedalam apa?"

"Sebagai kakakmu, hari ini aku bertindak atas nama kebenaran dan memberimu pelajaran!"

Mendengar kata-katanya, aku langsung mengerti maksud Jihan.

Aku mengaktifkan fitur input audio kamera CCTV dan membalasnya dengan nada tidak terima.

"Dari mana kamu yakin aku yang menculiknya? Kenapa kamu nggak curiga dia sendiri yang merekayasa kejadian itu?"

Kemarahan Ardha semakin memuncak. Dia menatap tajam ke arah kamera di sudut ruangan.

"Masih berani membantah? Jihan paling takut rasa sakit. Mana mungkin dia sengaja membuat dirinya patah tulang cuma demi menjebakmu?"

"Selain kamu, siapa lagi yang punya motif ingin melukainya?"

Penggaris itu melayang di udara dan menghancurkan layar kamera.

Aku menatap pola retak-retak di layar ponselku, rasa dingin menjalar di tulang punggungku.

Aku bahkan tak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika aku ada di rumah. Penggaris itu mungkin saja akan mengambil nyawaku.

Mengabaikan kegilaan Ardha, aku langsung mematikan ponselku.

Mungkin, setelah acara perpisahan tiga hari lagi, dia akan tahu Jihan tidak perlu pergi menganggung risiko.

Lalu dia akan menyesali kebodohannya saat ini dan memaafkan keegoisanku di kehidupan sebelumnya.

Sementara itu, Ardha memandangi rumah yang telah dia hancurkan dan rasa penyesalan yang aneh muncul di hatinya.

Tapi hanya sekilas saja dan segera terputus oleh suara dering panggilan.

Peneleponnya Jihan, orang yang selama ini dia pikirkan.

Hari ketika Jihan dibolehkan pulang dari rumah sakit bertepatan dengan acara perpisahan Dokter Lintas Batas.

Sebagai anggota tim penjaga, Ardha datang lebih awal.

Tapi, ketika pandangannya menyapu kerumunan, dia tidak melihat Jihan di mana pun.

Karena khawatir, dia mengabaikan aturan formasi dan pergi mencari koordinator.

"Dokter Jihan dari Rumah Sakit Pratama belum datang?"

Koordinator menatap pria yang cemas di depannya itu, suaranya terdengar bingung.

"Jihan siapa? Nggak ada nama itu di dalam daftar!"

Sebelum dia selesai berbicara, seorang koordinator lain mengenali Ardha dan menariknya ke samping.

Dia menjelaskan sambil tersenyum.

"Jihan sekarang jadi direktur rumah sakit kita. Yang kamu tanyakan harusnya Dokter Keira!

"Dia sudah sampai di Galle tiga hari yang lalu, jadi kamu nggak usah khawatir."

"Keira? Bukannya Jihan?"

Ardha harusnya merasa bahagia setelah menerima kabar ini, tapi entah mengapa, dia merasa seakan hatinya telah tertusuk.

"Sudah diubah sejak lama. Dokter Keira katanya mau memberi kejutan, jadi dia suruh kami merahasiakannya dari kamu."

"Apa Dokter Jihan juga nggak bilang apa-apa? Dia satu-satunya yang tahu."

Dalam sekejap, rasa putus asa yang luar biasa menyerupa menjadi tangan besar yang mencengkeram erat leher Ardha.

Beberapa kalimat singkat itu menghancurkan benteng terakhir dalam hatinya.

Tidak jauh dari situ, Jihan yang baru saja menghadiri upacara pelantikan direktur berlari menuju Ardha.

Sebelum dia sempat mendekat, sebuah senapan berisi peluru ditempelkan ke tengah dahinya.

"Kamu sudah tahu sejak awal Keira menggantikanmu! Kenapa kamu nggak bilang apa-apa!"

이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Bunga Mawar di Tengah Asap Perang   Bab 10

    Mungkin karena kehilangan terlalu banyak darah, tangannya tidak terasa sekuat dulu lagi."Bodoh, aku belum mati. Jangan menangis, aku jadi ikut sedih."Mendengar suara lemahnya di telingaku, beban berat di hatiku perlahan terangkat.Sejak hari itu, aku tidak pernah beranjak sedikit pun dari sisi Vincent.Penglihatanku pun berangsur-angsur membaik. Jarak pandangku semakin luas dan segala sesuatu yang kulihat menjadi semakin jelas.Tapi, aku tidak memberi tahu Vincent. Aku ingin memberinya kejutan!Sayangnya, pada hari dia pulang dari rumah sakit, penglihatanku menjadi benar-benar buta."Keira, nggak apa-apa. Aku tetap mencintaimu!"Aku memukul lengannya dan tertawa lepas sampai ingusku keluar."Kalau kamu berani meninggalkanku, wanita mana lagi di dunia ini yang mau mengobati kesepianmu dan menemanimu hingga akhir hidupmu?""Ya, Keira cinta sejatiku!"Sejak pertempuran itu, Vincent bekerja sama dengan Timur atas saranku.Dia menyediakan dana, Timur menyediakan teknologi.Mereka sepakat

  • Bunga Mawar di Tengah Asap Perang   Bab 9

    "Tapi aku sudah nggak butuh lagi ...."Aku menarik tanganku dari genggamannya, yang kini terasa sakit.Wajahku tenang, suaraku datar ....Tapi dia tetap tidak menyerah.Bahkan menyelipkan boneka harimau yang sudah lama kubuang ke tanganku."Keira, lihat. Aku menemukan ini di tempat sampah. Aku sudah memperbaikinya. Sama seperti hubungan kita, pasti bisa diperbaiki!"Mendengar suaranya yang hampir gila, aku menelan kata-kata menyakitkan yang hampir kuucapkan.Aku menenangkan diri dan mencoba menjawab dengan lembut."Ardha, kamu lihat kehidupan kita yang sebelumnya? Berarti kamu harusnya paham, hadiah terbaik yang bisa kita berikan satu sama salin adalah nggak saling mengganggu lagi. Kamu mengerti, 'kan?"Ardha menggelengkan kepalanya, memelukku erat-erat seolah ingin menyatukan diriku ke dalam tubuhnya."Nggak, nggak begitu! Ayo kita pulang.""Lupakan semua yang ada di sini. Aku akan mencintaimu, menyayangimu, dan melindungimu dengan sepenuh hatiku. Aku akan seratus kali, seribu kali, s

  • Bunga Mawar di Tengah Asap Perang   Bab 8

    Mereka berterima kasih atas donasi dan tempat tinggal yang dia berikan.Pada saat itulah aku menyadari bahwa setiap anak, dan bahkan setiap orang, mengenakan lencana dengan huruf "V" di atasnya.Seseorang menjelaskan kepadaku bahwa lencana ini setara dengan paspor bagi mereka.Di mana pun mereka berada, akan selalu ada seseorang yang membawa mereka pulang dan melindungi mereka.Aku menatap Vincent, yang dikelilingi anak-anak dengan senyuman kaku.Wajahku tanpa sadar tersipu.Saat mata kami bertemu, seolah-olah ada sesuatu yang tidak perlu dikatakan di antara kami.Malam itu adalah malam di mana aku tertawa paling lepas sejak terlahir kembali.Aku minum sampai terlalu mabuk dan bicara tidak karuan.Bahkan beberapa kali merebut ayam panggang di piring Vincent.Mungkin aku salah lihat lagi, tapi Vincent sepertinya menundukkan kepala seolah ingin menciumku.Pada saat itu, aku sangat berharap waktu bisa berhenti.Tapi, segala sesuatu di dunia ini sering kali tidak berjalan sesuai rencana..

  • Bunga Mawar di Tengah Asap Perang   Bab 7

    "Kalau kamu bisa cabut minimal satu helai rambutnya, aku akan mengizinkanmu kembali ke markas Dokter Lintas Batas!""Janji?"Aku memotong ucapannya sebelum dia selesai.Hal ini memicu sentakan kaget dan teriakan marah dari orang-orang yang menyaksikan.karena bagi orang-orang berambut pirang dan bermata biru itu, seorang wanita Timur sepertiku, yang lemah dan pincang dengan kaki terluka, berada di sini tak ubahnya adalah vonis mati.Tapi, apa peduliku? Siapa bilang aku siap bertarung sampai mati?Vincent memandang gadis dengan wajah percaya diri di bawahnya itu.Entah mengapa dia tiba-tiba merasa penuh antisipasi dan juga tegang.Antisipasi bahwa wanita itu mungkin akan menang.Tegang karena, apa yang akan terjadi kalau benar-benar mati?Begitu gembok kandang besi dibuka, beruang itu langsung menyerbu ke arahku dengan penuh semangat.Vincent, karena khawatir pemandangannya terlalu mengerikan, memejamkan matanya dan berdoa untuk gadis itu.Tapi, suara daging terkoyak dan dicabik-cabik t

  • Bunga Mawar di Tengah Asap Perang   Bab 6

    "Sebaiknya kamu cari orang lain yang bisa jadi dokter pribadi!"Aku berbalik, mengambil barang bawaanku dan bersiap untuk pergi.Lalu sebutir peluru mendarat di tanah tepat di samping kakiku.Tapi, aku sudah pernah menghadapi kematian sekali. Ancaman semacam itu tidak mempan bagiku.Aku membungkuk dengan lincah, menarik sebuah pisau lipat yang indah dan menusukkannya ke arah Vincent."Apa semua perempuan dari Timur pasti sombong dan bodoh?"Tatapan mata Vincent tampak tak acuh dan tidak peduli, tapi sedingin es."Kamu punya sedikit keberanian, tapi masih belum cukup!"Sebelum dia selesai berbicara, sebutir peluru lain melesat di samping pelipisku.Rasa sakit yang membakar seketika menyebar ke seluruh tubuhku. Pisauku terlepas dari genggaman dan jatuh berderak di lantai.Mungkin dia menganggap ini belum cukup untuk memberi pelajaran.Vincent mengangkat tangannya dan menembak lagi ke betisku.Meski tidak akan menyebabkan kecacatan permanen, lukanya cukup dalam hingga terlihat tulang yang

  • Bunga Mawar di Tengah Asap Perang   Bab 5

    Dalam sekejap, semua penjaga mengarahkan senjata mereka ke arah Ardha.Khawatir dia akan gegabah dan menghancurkan karier militernya.Wajah Jihan pucat pasi. Dia tidak menyangka Ardha berani melakukan hal sejauh ini demi Keira.Saat wanita itu bersiap untuk mengulangi trik lamanya, pusat komando mengeluarkan pemberitahuan peringatan tingkat tinggi."Pertempuran kembali meletus di wilayah Galle selatan. Jumlah korban tewas melonjak!""Semua personel Dokter Lintas Batas yang dikirim lebih awal sudah tewas. Semua wilayah diharapkan mengirim tambahan tenaga medis untuk membantu Galle!"Mendengar suara siaran itu, Ardha terdiam.Tiba-tiba, kilasan ingatan dari kehidupan sebelumnya melintas di benaknya. Bayangan saat dia dan Keira hancur berkeping-keping akibat ledakan bom.Tidak! Kenapa bisa begini!Keira sangat mencintainya. Mana mungkin dia tega meninggalkannya begitu saja!Tanpa memedulikan citranya lagi, Ardha melempar pistolnya dan segera mengajukan permohonan kepada markas.Masih dala

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status