"Aku tidak bisa memutuskan itu sendiri," ucap Chyara dengan suara pelan, tetapi tegas. "Sepertinya aku harus segera kembali ke kediaman, terima kasih atas jamuannya, Pangeran Arthur."Chyara berusaha menjaga ekspresinya tetap tenang meskipun suasana di antara mereka semakin menyesakkan. Di dalam hatinya, ia tahu bahwa percakapan ini telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar pengakuan perasaan.Perlahan Chyara mencoba berdiri dari kursinya. Ia mendorong dada Arthur dengan lembut agar pria itu memberinya ruang. Namun, saat ia baru saja hendak berdiri, Arthur tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya."Akh ...!"Chyara meringis pelan. Jari-jari Arthur menggenggam pergelangannya dengan kuat. Cengkeraman itu tidak sampai melukainya, tetapi cukup membuat rasa sakit menjalar hingga ke lengannya.Untuk sesaat, Chyara terkejut karena pria yang selama ini selalu terlihat lembut kini menunjukkan sisi yang sama sekali berbeda.Arthur menatapnya dengan tajam. "Ken
Last Updated : 2026-06-29 Read more