"Apa kau merindukanku, Ara?"Celvin langsung merangkul bahu Chyara begitu sampai di hadapannya. Senyum cerah menghiasi wajahnya, seolah rasa lelah setelah kembali dari medan perang menghilang begitu saja. Tatapannya dipenuhi kerinduan yang sama sekali tidak berusaha ia sembunyikan."Jangan dengarkan dia, Ara."Celvan segera menyela sambil menarik Chyara ke arahnya. Ia menatap adik perempuannya dengan wajah penuh harap, lalu berkata dengan nada yang sedikit memohon. "Kau pasti lebih merindukanku, kan, Ara?"Celvin langsung mendengus tidak terima. "Apa maksudmu lebih merindukanmu? Jelas Ara lebih dekat denganku." Ia menatap ke arah adiknya. "Benar, kan, Ara?"Celvan ikut mengangkat sebelah alisnya. "Jangan asal mengaku! Sejak kecil Ara selalu lebih sering mencariku." Ia menatap kesal ke arah kembarannya. "Jadi, tentu saja dia lebih merindukanku."Melihat kedua kakak kembarnya kembali berdebat karena hal sepele, Chyara tidak bisa me
Last Updated : 2026-07-04 Read more