Malam menggulung kota dengan wajah gelapnya. Langit seperti sengaja menutup cahaya bulan, menyisakan awan tebal yang bergerak lambat, seolah menjadi saksi bisu perburuan yang sedang dimulai.Mobil Revano melesat di jalanan kosong. Mesin meraung, bukan sekadar suara kendaraan, tapi amarah yang ditekan terlalu lama.Di kursi pengemudi, Revano menggenggam setir sampai urat tangannya menegang. Rahangnya mengeras, tatapannya fokus pada layar tablet di dashboard yang menampilkan titik lokasi bergerak.Di sampingnya, Bima mengetik cepat di laptop.“Lokasinya pindah, Pak,” ucap Bima tegang.“Gudang lama dekat pelabuhan timur. Kamera jalanan menangkap mobil Raffa masuk lima menit lalu.”Revano tak menjawab.Namun udara di dalam mobil berubah dingin.Ia menginjak gas lebih dalam.“Kunci semua akses keluar pelabuhan,” katanya rendah.“Hubungi tim keamanan. Jangan pakai polisi dulu. Aku mau dia tidak punya celah kabur.”“Siap, Pak.”Mobil berbelok tajam, ban mencicit, membelah malam.Di benak Rev
Dernière mise à jour : 2026-01-22 Read More