Pagi hari di Mansion Vanderwick dimulai dengan kesibukan yang luar biasa. Alistair sedang duduk di ruang makan dengan setumpuk dokumen di hadapannya, namun matanya sama sekali tidak fokus pada laporan keuangan perusahaan. Ia terus melirik ke arah tangga, menunggu istrinya turun. "Leon, apakah suhu ruangan di lantai bawah sudah disesuaikan? Aku merasa AC-nya terlalu dingin untuk Lala," tanya Alistair tanpa mengalihkan pandangan dari tangga. "Sudah, Tuan. Suhu sudah stabil di 24 derajat," jawab Leon dengan sabar. Tak lama kemudian, Lala turun dengan perlahan, dibantu oleh Intan yang memegang lengannya dengan sangat hati-hati. Alistair segera bangkit dari kursinya, berjalan cepat menghampiri mereka berdua. "Hati-hati, Sayang. Pelan-pelan," Alistair mengambil alih posisi Intan, membiarkan Lala bersandar pada lengannya yang kokoh. "Bub, Lala bukan porselen yang gampang pecah," protes Lala sambil tersenyum geli. "Intan tadi menjagaku dengan baik kok." Alistair mendengus pelan, menatap
Baca selengkapnya