Suasana di dalam butik bayi itu seolah membeku. Kalimat tajam Lala yang menawarkan untuk "membeli" harga diri Tiara membuat wanita itu gemetar karena marah sekaligus malu. Wildan hanya bisa berdiri mematung, ia ingin melerai namun aura yang terpancar dari Lala sekarang benar-benar berbeda dengan teman SMA yang ia kenal dulu. "Kau... kau pikir kau siapa, hah?! Hanya karena kau hamil dan punya pengawal alay ini, kau pikir kau bisa menghinaku?!" teriak Tiara dengan suara melengking. Wajah Tiara memerah padam. Karena merasa dipermalukan di depan kekasihnya dan para pengunjung toko, ia kehilangan akal sehatnya. Tangan kanannya terangkat tinggi, bersiap untuk melayangkan tamparan keras ke wajah cantik Lala. "Mati kau, perempuan sombong!" Lala refleks memejamkan mata, sementara Intan memekik histeris. Leon sudah bersiap melompat ke depan, namun sebuah bayangan besar melesat lebih cepat dari siapa pun di ruangan itu. GREEP! Tangan Tiara berhenti di udara, hanya beberapa senti dari pipi
Read more