Kegelapan dalam Domain Kabut Kehampaan Abadi bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan sebuah entitas yang lapar. Di pusat pusaran perak itu, Liang Xiao berdiri dengan tenang, sementara atmosfer di sekitarnya mengental menjadi tekanan fisik yang sanggup meremukkan tulang. Huo Meilin, yang sebelumnya berdiri dengan keangkuhan seorang dewi api, kini tampak seperti lilin kecil yang tertiup badai.Sembilan cambuk api bayangan milik Meilin meliuk-liuk di udara, membelah kabut dengan raungan yang memekakkan telinga. Namun, setiap kali ujung cambuk itu menyentuh partikel perak di udara, api tersebut tidak meledak. Sebaliknya, api itu meredup, tersedot, dan terurai menjadi untaian energi murni yang justru mengalir masuk ke dalam pori-pori kulit Liang Xiao."Ini tidak mungkin! Bagaimana kau bisa menelan api klan Huo?!" teriak Meilin. Suaranya yang biasanya merdu kini melengking, pecah oleh kepanikan yang tidak terbendung.Ia memusatkan seluruh sisa qi dalam dantian-nya, membentuk bola api hita
Baca selengkapnya