Lin Zhe memacu kuda spiritualnya tanpa henti, membelah malam yang pekat seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Kuda itu, seekor Bicorn bertenaga petir, mengeluarkan busa dari mulutnya saat mereka melewati gerbang kota kekaisaran Qingyun yang megah. Ibukota Qingyun adalah puncak dari peradaban kultivasi; sebuah keajaiban arsitektur di mana menara-menara tinggi berlapis emas dan giok seolah menusuk awan, dengan formasi pertahanan Arkaik Biru yang memancarkan cahaya safir lembut, membungkus seluruh kota dalam kubah energi yang konon tak tertembus. Namun, bagi Lin Zhe, semua kemewahan dan benteng cahaya itu kini terasa serapuh kaca tipis yang siap hancur di bawah tumit sepatu Liang Xiao.Di dalam Aula Pertemuan Agung, suasana menceka
Read more