Dengan pengetahuan alkimia tingkat tinggi dari Nenek Mei Ru yang kini menyatu di benaknya, Liang Xiao merasa seolah seluruh warisan Keluarga Liang mulai lengkap. Namun, Liang Xun, sisa jiwa bibinya, tersenyum misterius. "Masih ada satu lagi, Liang Xiao," bisik Liang Xun, melayang ke sebuah bagian terdalam dari ruangan rahasia itu, di mana sebuah altar batu hitam yang sangat kuno berdiri, diselimuti aura panas yang samar namun intens. Di atas altar itu, hanya ada sebuah bejana perunggu kecil yang kosong. "Ini adalah warisan Kakekmu. Beliau adalah seorang kultivator yang perkasa, seorang ahli dalam manipulasi elemen api. Kekuatannya luar biasa, dan kemarahannya mampu membakar gunung. Namun, di balik itu, ia memiliki hati yang setia dan tekad yang tak tergoyahkan." Liang Xiao mendekati altar, merasakan gelombang panas yang meningkat saa
Baca selengkapnya