Clara terdiam, tanpa sengaja membuka suatu kenyataan yang tak ingin dia tampakkan. "Bukan apa-apa kok." Jawab Clara berbohong.Tasya menggeleng lemah, lantas memaksa Clara untuk berbicara jujur. "Kenapa Ra, kenapa?" Tanya Tasya lagi, belum puas dengan jawaban Clara.Sedangkan ketiga laki-laki itu hanya menonton perdebatan dua sahabat itu. Meskipun juga jiwa keponya sama meronta-ronta.Clara menghembuskan nafas dengan sangat kasar. "Huftttt." Mencoba untuk tetap tenang, juga dia merasa tak salah. Jadi bersikap biasa saja."Gak ada sih, gue cuma ngasih rekaman bukti kekerasan dia sama Lo. Dan urusan ini juga udah dilaporin, banyak saksinya juga. Jadi Gisel and the geng masih di urus sama pihak sekolah buat kelanjutannya. Dan kalaupun hukumannya gak seberapa, biar gue yang bertindak sendiri."Semua menyimak yang diucapkan Clara, termausk Tasya yang juga syok dengan ucapan Clara. "Udah Ra, gue baik-baik aja kok. Biar mereka diurus sama sekolah juga.""Heeheh, iya udah terserah Lo." Tak in
Baca selengkapnya