Share

30

Penulis: El Alfun27
last update Tanggal publikasi: 2026-03-28 23:46:36

tampan yang sudah menolongnya tadi malam. Laki-laki tampan itu sedang fokus mengerjakan beberapa soal latihan untuk lomba olimpiade nya. Sangat rajin bukan? Itupun atas paksaan guru killernya, pak Bambang.

"Van, makasih buat yang semalem ya." Tasya mendekat ke arah bangku Delvan.

"Hmm." Jawab Delvan. Tatapan nya masih fokus dengan buku latihan soalnya. Seakan tak menghiraukan kehadiran Tasya.

Tasya menghela nafas panjang, kesabaran nya sedang di uji dengan manusia es didepannya saat ini. "Misu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   30

    tampan yang sudah menolongnya tadi malam. Laki-laki tampan itu sedang fokus mengerjakan beberapa soal latihan untuk lomba olimpiade nya. Sangat rajin bukan? Itupun atas paksaan guru killernya, pak Bambang."Van, makasih buat yang semalem ya." Tasya mendekat ke arah bangku Delvan."Hmm." Jawab Delvan. Tatapan nya masih fokus dengan buku latihan soalnya. Seakan tak menghiraukan kehadiran Tasya.Tasya menghela nafas panjang, kesabaran nya sedang di uji dengan manusia es didepannya saat ini. "Misua lagi pokus cari nafkah, dedek Tasya." Celetuk Azri yang baru datang ke kelas."Swiit swiit, kode keras. Jangan sampai lepas." Dylan tengah bersiul mendukung ungkapan Azri dengan semangat. Tak lupa teman kelas yang lain juga ikut memojokkan Tasya."Eeeh, maksudnya gimana ya? Gue sama Delvan gak ada apa-apa kok." Ujar Tasya menghentikan kelakuan teman-teman nya itu."Belum!" Cegah Delvan, membenarkan ucapan Tasya."Afah iya? Misua nya aja mengakui, ya meskipun belum resmi. Masih proses menuju ak

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   29

    Tasya menggeleng pelan, masih berusaha membuka sendiri tapi helmnya dengan tergesa. "Sini gue bantuin." Ucap Delvan emndekati Tasya lalu membuka tali helm milik Tasya.Untuk beberapa saat, tatapan mereka bertemu. Menyatu dan saling pandang, Delvan juga tak ingin memutus kontak mata dengan Tasya. Pun Tasya yang sampai tak berkedip.Melihat sosok tampan di depannya, Tasya seakan masih bermimpi bisa menjadi sosok kekasihnya. Padahal mereka berdua berbeda jauh, dari tingkat prestasi saja terlihat jauh, apalagi harta. Bagaikan langit dan bumi, mereka bersatu dengan ikatan."Gue ganteng ya? Sampai gak ngedip gitu liatnya!" Seru Delvan yang telah berhasil membuka tali helm Tasya.Tasya mengangguk pelan, namun detik berikutnya dia tersadar. "Eeh, nggak maksudnya." Tolak Tasya dengan perbedaan pendapat yang tidak sengaja dia ungkapkan dengan jujur barusan.Delvan mengambil nomor parkir, lalu memegang tangan Tasya. "Lupain. Ayo kita masuk!" Ajak Delvan yang menyadarkan Tasya yang sedang melamun

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   28

    Dari masa Tsanawiyah aku sudah disana, bahkan hingga masa Aliyah. Aku sangat ingin menjadi salah satu ustadz di pesantren modern.Setiap hari aku berusaha untuk tekun belajar, terutama belajar ilmu keagamaan. Cita-cita mulia ini juga berawal dari Abah ku, yang menjadi salah satu guru besar di dunia pendidikan terkemuka.Tapi aku ingin mengajar di pesantren saja, dimana aku bisa juga sambil mengabdi di pesantren tersebut.Ini no no no no no koi no no no no noSetiap hari ku lalui hari ini dengan semangat, tanpa lelah dan selalu ingin belajar. Aku harap dimasa depan semua ini dapat terbayar, semoga lelah ku ini menjadi Lillah. Insya Allah.Hingga tiba setelah kelulusan tes, dimana namaku terpampang paling atas. Sebagai ustadz, iya aku dapat mengajar di pesantren modern. Pesantren yang pernah mengajarkan ku banyak ilmu dan banyak pengalaman.Sembari mengabdi, aku juga bisa mengajar, Alhamdulillah impian ku tercapai.Semua berjalan dengan lancar, hingga suatu hari aku bertemu dengan seora

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   27

    Layla sedang berada di kamar Abidzar. Kamar yang begitu rapi, dengan desain modern. Berwarna hitam lekat. Layla mendekati meja belajar Abidzar, terdapat beberapa buku islami dan juga beberapa kitab. Bahkan juga banyak komik di rak buku terbawah.Layla ingat, waktu itu Abidzar pernah bilang kalau dia suka komik. Beberapa komik best seller pun dia juga mengoleksi nya.Lalu Layla melihat sebuah lipatan kertas yang terselip di beberapa buku di rak kedua. Layla ingin tahu kertas itu, jadi dia mengambilnya dengan ragu.Aku mencintaimu, Jihan. Seperti itulah tulisan di kertas itu. Singkat, tapi bisa membuat hati Layla sakit.Meskipun Jihan adalah masa lalu Abidzar, tetap saja Layla merasa cemburu dengan tulisan Abidzar itu.Suara langkah kaki terdengar dari luar kamar Abidzar, membuat Layla menaruh kembali kertas itu ke tempat semula.Ternyata Abidzar datang dari luar. Dia langsung menuju ke arah Layla dan memeluknya."Humaira ku belum tidur ya." Ucap Abidzar dengan nada serak nya."Apa sih

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   26

    Layla dan Abidzar pun segera bersiap, hari itu mereka benar-benar akan melakukan semua kegiatan yang telah mereka susun untuk menjaga keharmonisan mereka dan melupakan kejadian barusan yang sedikit membuat permasalahan dalam rumah tangga mereka.Layla langsung membereskan semua kekacauan barusan, dia segera membersihkan dirinya dan segera berkemas. Layla memakai gamis hutan dengan cadar hitam, jilbab panjang berwarna hitam juga. Sedangkan Abidzar memakai jubah navy, mereka berdua seperti pasangan ala Madinah saja.Setelah itu mereka langsung menuju ke tempat dimana mereka akan melakukan semua kegiatan nya. ***Di lain tempat, tepat nya di pesantren modern, Arsya sedang berada di kamarnya. Dia sedikit sibuk akhir-akhir ini, lebih tepatnya dia menyibukkan diri untuk melupakan seseorang yang telah membuat hatinya patah. Arsya ikut banyak kegiatan, seperti dia juga mengikuti organisasi keagamaan dan organisasi umum di tempat kuliahnya. Arsya ingin lebih aktif lagi untuk kedepannya.Tiba-

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   25

    Delvan memberenggut, menatap Tasya semakin dalam. "Gak ada tapi-tapian Sya." Pungkasnya.Mama Intan membawa nampan berisi dua gelas susu rasa vanilla dan strawberry. Tak lupa juga kue dessert yang baru dibuatnya. "Silakan di dinikmati ya nak Delvan.""Eh Tante, gak usah repot-repot segala." Delvan merasa tidak enak, pasalnya dia datang untuk bertemu dengan Tasya."Ini gak repot kok Nak. Ouh iya Kak, diminum ya susu strawberry nya. Biar badan kakak segera fit." Lalu Mama Intan meninggalkan mereka berdua lagi.Keduanya kembali hening, tanpa ada yang ingin melanjutkan pembicaraan yang belum usai. Tatapan mereka menyendu, entah apa yang sedang mereka pikirkan lagi.Tapi yang jelas, keduanya dalam kebimbangan. Bullying yang Tasya rasakan kembali membawa trauma, entah sampai kapan dia akan terbebas dengan hal yang begitu berdampak kurang baik dalam hidupnya. Haruskan dia pindah sekolah lagi?"Yang bully Lo Gisel kan?" Tanya Delvan tepat sasaran. Dia sudah menduganya dari kemarin, tapi sedi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status