Semua siswa berbondong-bondong ke kantin. Kali ini adalah jam istirahat ke dua. Zela dan Andin langsung antri dibarisan es teh.“Gue butuh penyejuk jiwa, Zel,” ungkap Andin.“Sama ege! Tenggorokan gue kering habis dengerin ceramah pak Dodi,” ujar Zela sambil mengusap lehernya.“Emang tuh guru bukan main. Kuat loh dia baca mantra dua jam. Padahal yang dengerin udah mau pingsan aja,”“Yang sopan Lo! Beliau gitu,”“Hehe, sorry pak Doddy,” ucap Andin akhirnya dengan pose dua jari.Geng the Alfarez dan Argoz tengah memenuhi kantin sekolah. Mereka tampak sejajar berjalan. Dengan tatapan kedua ketuanya yang saling beradu.“Gue udah bilang, tempat Lo bukan disini. Jadi betah-betahin atau mundur dari sekarang,” ujar Alfa melipat kedua tangannya.“Oh ya? Sekolah ini kan milik bokap Lo, bukan milik Lo pribadi. Haha,” balas Arga.Memanas. Gabril menahan pergerakan Alfa yang hendak menghampiri Arga.“Udah bos, masih di kantin. Mending kita minus es teh jumbo yok!” “Setujuuu,” ucap anggota the Alf
Baca selengkapnya