Selesai makan siang, Dante mengajak Mataya menuju rumah sakit untuk menjenguk istri rekan kerjanya yang baru saja melahirkan.Tak lama kemudian, mobil mereka memasuki area parkir rumah sakit.“Kamarnya di lantai tiga,” ujar Dante sambil mengambil hadiah yang tadi mereka beli.Mataya mengangguk.Begitu turun dari mobil, dia langsung memeluk lengan Dante tanpa meminta izin lebih dulu.Dante sempat menoleh sekilas, lalu sudut bibirnya terangkat tipis. Tanpa berkata apa pun, dia membiarkan Mataya tetap memeluk lengannya.Keduanya pun berjalan berdampingan memasuki lobby rumah sakit.Baru beberapa langkah, mereka berpapasan dengan Pak Pandu yang baru saja keluar dari lift.“Siang, Pi,” sapa Dante.“Siang, Nak.”Mataya segera menghampiri calon mertuanya. “Assalamu'alaikum, Papi.”“Wa'alaikumsalam, Nak.”Mataya lalu meraih tangan Pak Pandu dan menciumnya.Pak Pandu langsung membalas dengan mengelus lembut kepala calon menantunya.“Sehat, Nak?”“Alhamdulillah, sehat, Pi.”“Udah lama gak ngine
Last Updated : 2026-07-12 Read more