Mendengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Bu Nindi yang sejak tadi duduk gelisah langsung berdiri. Begitu pintu terbuka, Pak Pandu masuk dengan langkah tergesa."Akhirnya, Papi datang juga!"Perut Pak Pandu yang sejak siang belum terisi tiba-tiba berbunyi. "Ada makanan gak, Mi? Papi belum sempat makan siang."Bu Nindi langsung melotot. "Papi!" serunya."Lapar, Mi....""Calon menantu kita hilang, Papi malah nanya makanan!"Pak Pandu mengusap tengkuknya. "Ya kan kalau Papi lapar, nanti gimana mau mikir?""Masih sempat-sempatnya bercanda!""Bukan bercanda. Papi beneran lapar, Mami."Bu Nindi memijat pelipisnya yang sudah berdenyut sejak tadi. "Ya ampun, Papi. Mami udah mau pingsan mikirin Taya, Papi malah mikirin isi perut."Pak Pandu terkekeh pelan, lalu meraih tangan istrinya. "Justru karena itu Papi harus tetap tenang. Tenaga juga harus ada. Percaya sama Papi, kita pasti nemuin Taya."Meski masih kesal, Bu Nindi tetap mengajak suaminya ke ruang makan. Dia juga meminta Bibi meny
Last Updated : 2026-07-26 Read more