Setelah selesai sarapan, Dante diajak Pak Hasan berjalan menuju taman hotel. Keduanya berjalan santai sambil berbincang, meninggalkan Mataya yang masih berada di restoran bersama keluarga lainnya.Sesampainya di taman, Pak Hasan menatap sang menantu dengan senyum hangat."Nanti malam Bapak sama Ibu dan keluarga dari Klaten mau pulang. Sekalian mengantar kalian berdua berangkat ke Swiss."Dante mengangguk. "Iya, Pak."Pak Hasan kemudian menepuk pelan bahu Dante. "Bapak titip Mataya sama kamu, ya, Nak. Dia anak semata wayang Bapak. Tolong dijaga baik-baik selama kalian di sana.""InsyaAllah, saya akan selalu menjaga Taya, Pak.""Terima kasih, Nak."Dante mengangguk, lalu berkata, "Sekarang kan saya udah jadi anak Bapak juga. Jadi, saya minta jangan sungkan lagi kalau butuh bantuan.""Tahu aja, Nak Dante," balas Pak Hasan."Taya kan mirip sama Bapak. Tipe yang nggak mau ngerepotin orang lain. Padahal saya suka kalau direpotin."Pak Hasan tersenyum mendengar ucapan sang menantu. Ada rasa
Última atualização : 2026-08-11 Ler mais