Mataya bangun dalam keadaan mata sayu, tubuh terasa panas, dan wajahnya tampak pucat. Melihat kondisi sang istri, rasa bersalah Dante semakin besar. Seharusnya kemarin dia tidak perlu berlebihan saat bertemu dengan Adel.Hari ini tidak ada rencana jalan-jalan. Setelah sarapan dan minum obat, Mataya kembali meringkuk di atas ranjang. Dia masih irit bicara dengan Dante, bahkan lebih sering diam dan memejamkan mata.Setelah selesai mandi, Dante langsung ikut berbaring di belakang sang istri. Tangannya melingkar lembut di pinggang Mataya, menarik tubuh wanita itu agar lebih dekat ke dadanya.Sesekali jemarinya naik untuk memijat pelipis Mataya yang tadi sempat mengeluh sakit kepala.Dante masih memijat pelipis Mataya dengan lembut. Setelah beberapa saat, dia akhirnya membuka suara."Sayang, mau Abang ajak ke rumah sakit?"Mataya perlahan menoleh. Wajahnya masih terlihat pucat, tetapi tubuhnya sudah tak sepanas tadi. "Nggak usah, Bang. Istirahat sebentar aja, nanti juga sehat lagi.""Abang
Last Updated : 2026-08-18 Read more