Ditatap mata Mirna membuat hatiku terasa sedikit gugup dan agak canggung, sehingga secara tidak sadar aku pun menutupi kerah bajuku."Sayang, tadi waktu Sisy datang, bajunya basah kuyup kena hujan. Aku takut dia bakal bikin Dodo basah waktu menyusui. Jadi, aku menyuruhnya mandi dan memberikan baju yang sudah dua tahun nggak kamu pakai untuknya. Kamu nggak keberatan, 'kan?" jelas Pak Farid dengan senyum lebar."Nggak apa-apa, pantas saja rasanya baju itu nggak asing."Barulah ekspresi Mirna terlihat lega. "Pantas saja. Aku tadi membatin, mana mungkin Sisy pakai baju dengan gaya seperti ini? Oh iya, gimana kabar Dodo?""Dia sudah kenyang dan sudah tidur," jawabku dengan cepat. "Kak Mirna, di rumah masih ada urusan. Jadi, aku pamit pulang dulu, ya."Mirna sebenarnya ingin menahanku untuk makan siang di rumahnya. Namun, aku merasa sangat bersalah dan bahkan tidak berani menatap matanya. Aku pun mencari-cari alasan asal-asalan, lalu segera pergi dengan langkah cepat.Begitu sampai di rumah,
Read more