Kurang dari setengah jam setelah makan, kegiatan pemotongan batu giok dimulai di aula sebelah ruang konferensi. Beberapa mesin potong giok kelas atas diletakkan di ruang banquet, garis pembatas dipasang di sekeliling mesin, semua orang harus berdiri di belakangnya dan menyaksikan. Meski aula penuh sesak, tak ada yang duduk di kursi karena semua orang ingin segera tahu hasil pemotongan. Tak sabar.Proses pemotongan sudah berjalan, tapi yang dipotong baru batu-batu biasa. Batu nomor satu, dua, empat, lima, enam, tujuh, delapan—semua sudah digerinda. Ada yang mujur, ada yang zonk. Tapi para pemain besarnya, batu nomor tiga dan nomor sembilan, belum muncul.Memotong batu giok itu mirip judi. Bahkan lebih menegangkan dari judi. Di judi, kartu dibuka langsung tahu kalah menang. Di sini, mesin gerinda bergerak sentimeter demi sentimeter, nyawa batu ditentukan oleh garis tipis yang digambar pena. Sekali salah potong, giok mulus bisa retak, nilainya jatuh.Semua or
Last Updated : 2026-02-12 Read more